Hingga 28 April lalu, total pendaftar program kartu prakerja telah menembus lebih dari 8 juta orang. Artinya, tak semua orang dapat menerima pelatihan tahun ini.
Bagi sebagian oknum, tentu hal ini menjadi ladang bisnis. Bisa jadi, mereka yang tengah membutuhkan bantuan malah ketiban sial. Nah, bagaimana caranya menghindari penipuan yang tengah marak dilakukan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengetahui keaslian email, pastikan alamat email yang dikirim memiliki domain prakerja.go.id. Jika bukan, abaikan atau laporkan email tersebut sebagai spam.
Lewat akun Instagram resmi kartu prakerja @prakerja.go.id, pemerintah memastikan akun peserta tak dapat diperjualbelikan sebab setiap akun yang dibuat dilengkapi dengan sistem keamanan yang ketat, sehingga informasi registrasi awal tak dapat diubah kemudian hari atau pindah nama.
"Akun kartu prakerja telah dilengkapi dengan fitur keamanan untuk mencegah penyalahgunaan, seperti pemadanan NIK Prekerja dengan NIK akun e-wallet atau bank, foto KTP dan swafoto KTP saat registrasi," tulis keterangan tersebut.
Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky bilang alasan utama peserta dinyatakan tidak lolos bersifat teknis, artinya keteledoran saat mengisi data diri, seperti salah ketik menjadi tiket utama kegagalan.
Tip sukses lainnya, yaitu pastikan foto yang diunggah cukup jelas untuk diverifikasi alias tak kabur atau jelas. Juga, ambil foto di tempat dengan pencahayaan cukup baik agar data yang diajukan dapat diproses.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)