Kepala Barantan Ali Jamil menilai hal itu menggembirakan, mengingat terjadi kala pandemi Covid-19 mewabah. Ia menyebut berdasarkan data sertifikasi ekspor, trend ekspor manggis menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
"Hal ini berkat upaya dan kerja keras petani, kelompok tani dan pemilik rumah kemas sehingga protokol ekspor dapat dipenuhi dan pelayanan pemeriksaan karantina semakin efektif," kata Jamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Karantina Non Benih, Turhadi menjelaskan bahwa keberhasilan komoditas buah manggis menembus pasar global merupakan pencapaian penting. Hal itu dikarenakan China memiliki persyaratan teknis ketat yang menetapkan standar baku mutu tertentu.
Kementerian Pertanian mencatat peningkatan permohonan fasilitasi ekspor buah manggis ke China pada periode kuartal pertama tahun 2020. (Foto: Kementerian Pertanian) |
Jamil menambahkan, Kementan berupaya memperbaiki iklim investasi pertanian dengan melakukan deregulasi, serta penyediaan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong tumbuhnya hilirisasi industri produk pertanian.
"Diharapkan segera dimanfaatkan oleh dunia usaha, supaya komoditas pertanian mendapat nilai tambah. Jangan lagi ekspor buah segar atau bahan mentah, minimal berupa setengah jadi atau bahan jadi seperti ekstrak manggis," ujar Jamil.
Lihat juga:Mentan Resmikan Pasar Mitra Tani di Bekasi |
Barantan yang ditunjuk untuk menggawangi pencapaian target ekspor, telah menyiapkan aplikasi peta potensi komoditas ekspor, (iMACE) sebagai alat bantu dalam pengambilan kebijakan.
"Ekspor produk dalam bentuk olahan menjadi pilihan terbaik saat ini. Selain bernilai tambah, tahan lama dan mudah mengemasnya juga menambah devisa negara, tentunya berdampak bagi kesejahteraan petani manggis," kata Jamil. (rea)
Kementerian Pertanian mencatat peningkatan permohonan fasilitasi ekspor buah manggis ke China pada periode kuartal pertama tahun 2020. (