Bulog Klaim Sudah Atasi Defisit Pangan yang Disinggung Jokowi

CNN Indonesia | Minggu, 17/05/2020 19:40 WIB
Pekerja memikul beras di Gudang Bulog Sub Drive  Serang, Banten, Jumat (3/4/2020). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyatakan stok beras saat ini sebanyak 1,65 juta ton beras medium dan 170 ribu ton beras, cukup untuk  kebutuhan puasa hingga lebaran. Stok beras akan bertambah sekitar 1,7 juta ton lagi dari hasil serapan gabah petani pada puncak masa panen bulan April-Mei. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pras. Ilustrasi beras Bulog. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perum Bulog mengklaim telah menuntaskan permasalahan defisit pangan yang dialami sejumlah daerah dan pernah diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh, menyatakan Perum Bulog telah mencukupi pasokan bahan pangan ke daerah-daerah tersebut dalam waktu singkat usai disampaikan Jokowi.


"Alhamdulillah dalam waktu dekat Bulog sudah melakukan penyebaran, sehingga dalam waktu dekat hanya dua hari setelah dipublikasikan ada tujuan daerah yang defisit sudah kami laksanakan, Alhamdulillah saat ini sudah tersedia semua," ujarnya melalui konferensi video, Minggu (17/5).


Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat di wilayah tersebut, serta seluruh warga Indonesia tak perlu khawatir terkait pasokan bahan pokok selama masa pandemi. Ia memastikan ketersediaan bahan pokok aman.

"Bulog tetap menjalankan tiga pilar ketahanan pangan, antara lain, pilar ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi," imbuhnya.

Terkait ketersediaan, untuk komoditas beras, Perum Bulog melakukan penyerapan gabah dari tangan petani. Saat ini, setiap harinya Bulog menyerap kurang lebih 12 ribu ton per hari. Ia berharap pada puncak panen yang berlangsung pada Mei dan Juni nanti, Bulog bisa menyerap hingga 90 ribu ton per hari.


"Sebaran stok beras di seluruh gudang Bulog di Indonesia adalah 1,4 juta ton saat ini," ujarnya.

Kemudian, kata dia, Bulog juga memastikan pasokan gula dengan cara mendatangkan importasi gula. Ia memastikan gula impor itu akan tersebar di seluruh Indonesia melalui operasi pasar. Dengan demikian, harapannya bisa menekan harga.

"Saat ini harga di kisaran Rp17 ribu-Rp18 ribu, kami yakin dengan operasi pasar Bulog gula akan mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram," tuturnya.

Melalui operasi pasar tersebut, kata dia, Bulog juga memastikan keterjangkauan di seluruh wilayah Indonesia. Bulog, kata dia, juga juga melakukan stabilisasi harga di tingkat produsen dengan menyerap gabah di tingkat petani serta stabilisasi harga di tingkat konsumen dengan operasi pasar.


"Kami imbau masyarakat tidak panik, sehingga bijaklah dalam membeli komoditi pangan yang ada," ujarnya.

Salurkan Beras Bansos

Perum Bulog menyatakan telah menyalurkan beras bantuan sosial (bansos) kepada 877.376 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jabodetabek yang terdampak Covid-19 per 16 Mei 2020.

Jumlah tersebut setara 60,48 persen dari total target 1,45 juta penerima bantuan.

"Di Jabodetabek kami ditugaskan 1,4 juta ton,saat ini posisinya kami sudah sebarkan 60 persen dari 1,45 juta ton. Kami lakukan non stop di beberapa daerah termasuk Kepulauan Seribu," ujar Tri.

Ia menuturkan sasaran tersebut merupakan usulan pemerintah daerah (pemda) dan komunitas dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Dari data yang dihimpun Bulog, penerima manfaat paling banyak berada di Jakarta Timur sebanyak 273.784 KPM. Sedangkan paling sedikit berada di Kepulauan Seribu yakni 3.244 KPM.

"Saat ini , tidak hanya Kemensos tapi kementerian lain dan lembaga sosial juga butuh beras untuk memberikan bantuan kepada saudara kita yang terdampak Covid-19," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Bantuan beras yang diberikan kepada setiap KPM sebanyak 25 Kg. Sebelumnya, ia menjelaskan penyaluran beras bansos itu dibagi dalam dua periode. Periode pertama, sejak 5 Mei lalu hingga 18 Mei 2020. Lalu, periode kedua pada 1-14 Juni 2020 mendatang.

Perum Bulog mencatat ketersediaan beras di seluruh gudang Perum Bulog mencapai 1,42 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari 1,32 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 101.364 beras komersial.
(ulf/ayp)

[Gambas:Video CNN]