Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni menjelaskan Kementerian BUMN akan mengikuti arahan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan.
"Kami menunggu dari pemerintah dalam konteks ini Ketua Gugus Tugas dan Menteri Kesehatan yang akan memberikan sinyal kami sudah bisa masuk atau belum. Jadi, kami bukannya nyelonong masuk," ujarnya dalam video conference, Senin (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi informasi tersebut, Alex menjelaskan jika tanggal 25 Mei tersebut bukan tanggal karyawan masuk. Melainkan, tanggal batas rilis protokol perlindungan karyawan, pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan pemegang kepentingan (stakeholder) lainnya.
Ia mengatakan Kementerian BUMN sengaja membuat timeline tahapan pemulihan kegiatan di lingkungan BUMN lebih maju sepekan sebelum timeline pemulihan kegiatan milik pemerintah pusat. Tujuannya, agar BUMN memiliki waktu mempersiapkan diri.
Sebelumnya, beredar sebuah kajian skema pembukaan kegiatan ekonomi mulai 1 Juni dan terdiri dari lima fase. Skenario itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono.
Lebih lanjut, kajian pembukaan ekonomi tersebut menjadi salah satu referensi Kementerian BUMN dalam menentukan tahapan pemulihan kegiatan. Selain itu, lanjut Alex, Kementerian BUMN juga mengacu pada skenario masing-masing daerah.
"Fase-fase ini, fase-fase BUMN untuk siapkan protokol antisipasi skenario new normal. Dalam hal ini Kementerian BUMN dan BUMN tidak boleh hanya pasif tapi aktif mempengaruhi masyarakat melalui protokol kami," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/bir)