Faisal Basri Kritik Wacana Pekerja Balik Kantor saat Corona

CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 18:13 WIB
Ekonom Faisal Basri bersama sejumlah aktifis pro demokrasi yang mendaftarkan Pengujian Undang-Undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, membentangkan spanduk seusai melengkapi syarat gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK),Jakarta, Kamis (21/6). Mereka meminta MK untuk menghapus ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2018 mendatang. Ekonom Senior Faisal Basri mengingatkan kasus corona baru di Indonesia masih bergerak fluktuatif.. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menilai pekerja di bawah 45 tahun dapat kembali bekerja bila kasus baru harian dan angka kematian karena virus corona melandai secara konsisten dalam satu hingga dua pekan.

"Tapi kemarin angka kematian naik lagi jadi 55 kasus. Jadi angka new cases kita fluktuatif," kata Faisal, Senin (18/5).

Keputusan untuk memberlakukan pelonggaran itu juga disebutnya harus didasari pertimbangan keilmuan, pendampingan ahli pandemi, dan basis data yang akurat.


Faisal menjelaskan kasus aktif yang harus jadi hitungan pemerintah yakni angka kumulatif kasus covid-19 dikurangi angka kematian dan angka pasien sembuh. Jika tren kasus aktif turun, pelonggaran baru bisa dilakukan.

Meski demikian, ia menegaskan pelonggaran harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengulangi kejadian di Iran. Pemerintah Iran kecolongan saat kasus aktif mulai menurun sehingga kasus aktif kembali meningkat.

Oleh karena itu, Faisal merasa perlu dilakukan tes semaksimal mungkin guna mengetahui kondisi yang sesungguhnya. Tes masif harus dilanjutkan dengan tracing, tracking, kemudian dilakukan treatment. Rangkaian tersebut dinilainya tidak bisa lagi ditawar.

"Nanti di daerah mudik, mereka yang membawa virus itu akan berjejer di lapangan atau tenda untuk perawatan karena tidak ada cukup tempat. Dokter pun sudah lelah karena sudah dua bulan tidak pulang. Maka tolong empatinya juga bagi saudara kita yang sudah disiplin dua bulan," katanya.

Faisal pun berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menunjuk satu komandan yang benar-benar bisa memimpin penanganan wabah covid-19 di tanah air.

"Kita tidak punya komandan perang karena setiap orang punya komando sendiri untuk menghadapi musuh. Kita niscaya akan kalah makanya komandan harus jelas. Pak Jokowi tolong tunjuk satu komandan yang beneran komandan. Yang lain agar tutup mulut," katanya.

Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan bakal memberikan kesempatan pada kelompok usia di bawah 45 tahun untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus corona.

Izin ini diberikan karena kelompok usia di bawah 45 tahun tidak rentan terpapar corona dan angka kematian dari kelompok usia tersebut hanya 15 persen dari 1.148 orang meninggal dunia hingga data hari Minggu (17/5). Sementara angka kematian tertinggi 45 persen dari kelompok usia 60 tahun ke atas.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah belum menetapkan aturan yang mengizinkan karyawan yang berusia di bawah 45 tahun masuk kantor kembali. Sejauh ini, pemerintah pusat masih mengkaji konsep new normal atau kenormalan baru di tengah penyebaran virus corona.

"Terkait pekerja 45 tahun belum ada usulan terkait dengan kriteria umur. Itu bukan merupakan kebijakan yang diambil pemerintah," terang Airlangga dalam video conference, Senin (18/5). (jal/sfr)