Pemerintah Janji BLT kepada 4,6 Juta Keluarga H-1 Lebaran

CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 16:35 WIB
Karyawan Kantor Pos Indonesia Solo memakai Alat Pelindung Diri (APD) jenis Face Shield atau pelindung wajah saat melayani pelanggan di Solo, Jawa Tengah, Senin (20/4/2020). Kebijakan Pos Indonesia Solo tersebut untuk memberikan perlindungan maksimal kepada karyawan, keluarganya, dan bahkan pelanggan dari kemungkinan terpapar COVID-19 yang kini telah menjadi pandemi global. ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp. Pemerintah melalui Kemensos berjanji menyalurkan BLT kepada 4,6 juta keluarga penerima manfaat maksimal H-1 lebaran atau Sabtu (23/5) nanti. Ilustrasi penyaluran bansos lewat Pos Indonesia. (ANTARA FOTO/Maulana Surya).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berjanji dapat menyalurkan bansos tunai (BLT) kepada 4,6 juta keluarga H-1 lebaran. Penyaluran BLT tersebut di bawah komando Kementerian Sosial.

Menteri Sosial Juliari Batubara mengungkapkan secara total pemerintah menargetkan dapat menyalurkan bansos tunai kepada 8,3 juta keluarga hingga H-1 lebaran. Namun, data Kemensos menunjukkan bansos tunai sudah disalurkan kepada 3,7 juta keluarga hingga Senin (18/5) kemarin.

Dengan demikian, masih ada lebih dari 4 juta keluarga yang belum menerima bansos tunai tersebut. Ia bilang penyaluran akan dipercepat lewat PT Pos Indonesia (Persero).


"Target penyaluran Sabtu (23/5) atau satu hari sebelum lebaran itu 8,3 juta keluarga. Artinya, sampai Sabtu nanti Pos Indonesia harus sudah menyalurkan ke 800 ribu keluarga per hari. Kemarin sudah 3,7 juta keluarga untuk tahap satu," ujar Juliari dalam video conference, Selasa (19/5).

Juliari mengaku sudah mengirimkan dana ke escrow account Pos Indonesia untuk menyalurkan BLT kepada 4,6 juta keluarga itu. Dalam hal ini, penerima berhak mendapatkan bansos tunai sebesar Rp600 ribu.

Untuk bisa mencapai target penyaluran bansos tunai, Juliari memerintahkan agar Pos Indonesia membuka loket tambahan. Kemudian, Pos Indonesia juga harus meningkatkan jam operasionalnya hingga pukul 22.00 WIB.

Selanjutnya, pemerintah meminta Pos Indonesia membuat outlet baru untuk menyalurkan bansos tunai. Misalnya, di kantor kelurahan dan kantor desa dengan tetap menjalani protokol kesehatan yang ketat.

"Pembayaran bisa dilakukan di luar kantor Pos Indonesia, jadi bisa di kantor kelurahan dan balai desa," kata Juliari.

Diketahui, pemerintah membuat dua program penyaluran bansos untuk masyarakat. Pertama, berupa bansos tunai berupa paket sembako setara Rp600 ribu per penerima per bulan selama tiga bulan.

Bansos ini diberikan kepada masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sasarannya 1,2 juta keluarga penerima di Jakarta dan 576 keluarga penerima di Bodetabek.

Anggaran bansos tunai diambil dari paket stimulus ekonomi dengan jumlah mencapai Rp405,1 triliun. Alokasi dana bansos tunai berupa paket sembako berkisar Rp25 triliun.

Kedua, BLT Desa yang anggarannya diambil dari Dana Desa. Pada program ini, pemerintah memberikan Rp600 ribu per penerima per bulan selama tiga bulan.

Bantuan ditujukan untuk masyarakat desa yang kehilangan mata pencaharian di tengah pandemi corona dari anggaran Dana Desa. Selain itu, penerima juga ditujukan bagi mereka yang belum menerima program bansos lain dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Paket Sembako.

[Gambas:Video CNN]

(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK