Menteri Sosial Juliari Batubara mengungkapkan secara total pemerintah menargetkan dapat menyalurkan bansos tunai kepada 8,3 juta keluarga hingga H-1 lebaran. Namun, data Kemensos menunjukkan bansos tunai sudah disalurkan kepada 3,7 juta keluarga hingga Senin (18/5) kemarin.
Dengan demikian, masih ada lebih dari 4 juta keluarga yang belum menerima bansos tunai tersebut. Ia bilang penyaluran akan dipercepat lewat PT Pos Indonesia (Persero).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, pemerintah meminta Pos Indonesia membuat outlet baru untuk menyalurkan bansos tunai. Misalnya, di kantor kelurahan dan kantor desa dengan tetap menjalani protokol kesehatan yang ketat.
"Pembayaran bisa dilakukan di luar kantor Pos Indonesia, jadi bisa di kantor kelurahan dan balai desa," kata Juliari.
Bansos ini diberikan kepada masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sasarannya 1,2 juta keluarga penerima di Jakarta dan 576 keluarga penerima di Bodetabek.
Anggaran bansos tunai diambil dari paket stimulus ekonomi dengan jumlah mencapai Rp405,1 triliun. Alokasi dana bansos tunai berupa paket sembako berkisar Rp25 triliun.
Kedua, BLT Desa yang anggarannya diambil dari Dana Desa. Pada program ini, pemerintah memberikan Rp600 ribu per penerima per bulan selama tiga bulan.
Bantuan ditujukan untuk masyarakat desa yang kehilangan mata pencaharian di tengah pandemi corona dari anggaran Dana Desa. Selain itu, penerima juga ditujukan bagi mereka yang belum menerima program bansos lain dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Paket Sembako.
[Gambas:Video CNN]
(aud/bir)