Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan salah satu upaya QE yang dilakukan adalah membeli surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder sebesar Rp166,2 triliun. Pembelian surat utang dilakukan demi menjaga rupiah tetap stabil di tengah banyaknya aliran modal asing yang keluar.
Lalu, BI juga telah melakukan injeksi ke perbankan lebih dari Rp100 triliun dengan kebijakan penurunan giro wajib minimum (GWM) rupiah. Detailnya, injeksi melalui penurunan GWM pada Januari sampai April 2020 sebesar Rp53 triliun dan Mei Rp102 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap langkah ini bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi virus corona. Perry mengaku terus melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan dalam melakukan bauran kebijakan ekonomi.
"Sinergi kami perkuat. BI akan pastikan seluruh kebutuhan likuiditas perbankan dan pasar uang terpenuhi. Sementara pemerintah memberikan stimulus fiskal untuk masyarakat," pungkas Perry.
[Gambas:Video CNN] (aud/sfr)