Hitung punya hitung, berarti Pos Indonesia telah mencairkan lebih dari Rp2 triliun untuk menyalurkan BLT dari pemerintah terkait dampak penyebaran virus corona.
"Per hari ini (20 Mei 2020), bansos yang tersalurkan sudah sekitar 3,4 jutaan dari target alokasi 8,3 juta penerima," ucap Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan Pos Indoesia Ihwan Sutardiyanta kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya yang telah dilakukan Pos Indonesia, lanjut dia, yaitu dengan memperpanjang layanan hingga pukul 22.00 waktu setempat di 4.500 cabang kantor yang dikerahkan dalam menyalurkan BLT.
Namun, ia mengaku penumpukan warga sempat terjadi akibat penjadwalan yang bersamaan untuk KPM beberapa RT/RW sekaligus.
"Sempat ada penumpukan tapi kami belajar dari kejadian itu untuk koordinasi lebih baik dengan pemda setempat," terangnya.
Kesulitan verifikasi data penerima yang terkadang tak sinkron antara Kementerian Sosial dan Pemda juga merupakan tantangan. Ihwan bilang seringkali pihaknya harus menjadwal ulang jika data yang ada tak sinkron.
"Hambatan bervariasi, dari kesulitan mencapai tempat tertentu, verifikasi data, juga adanya social distancing," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)