Shinta Merlinda (28), salah satu peserta yang mengaku telah menyelesaikan pelatihan pertama dan menerima sertifikasi dari Ruang Guru pada 26 April 2020, belum juga menerima dana insentif yang dijanjikan.
Ia mengklaim saldo di dompet elektronik miliknya tak juga bertambah, masih nol rupiah. "Belum masuk, padahal sudah lewat 7 hari dari penerimaan sertifikat," keluhnya, pada Selasa (5/5) lewat pesan singkat Whatsapp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, alasannya mengikuti pelatihan program pun senada dengan Shinta, yaitu berburu insentif dana kartu prakerja senilai Rp2,4 juta.
"Dikasih tahu teman kuliah, iseng daftar, lumayan kan ada duitnya," ungkapnya.
Lihat juga:Bahaya Pengemis Online Tebar Nomor Rekening |
Pun begitu, ia bilang tak bakal mau membayar pelatihan yang didapatnya jika harus menggunakan uang pribadi. "Mending buat makan (duitnya)," tambahnya.
Setali dua uang, pemuda asal Kota Kembang Ilham (20), bilang ia baru menelepon call center kartu prakerja kemarin pagi. Tapi, ia diminta untuk menunggu, meski telah menyelesaikan pelatihan hampir dua minggu lalu, 23 April lalu.
Iseng, Ilham mengaku juga meninggalkan komentar di akun Instagram kartu prakerja untuk menanyakan nasib insentifnya. Ndilalah, yang didapatnya ialah arahan untuk menghubungi hotline yang telah dicoba sebelumnya.
Terpisah, Direktur Kemitraan dan Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky menyebut pembayaran insentif telah dilakukan pada Senin (4/5) secara bertahap kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.
"Kami fokus selesaikan backlog dari gelombang 1 dan 2 sebelum mengumumkan hasil gelombang 3," terang dia.
Namun, ia tak mau merinci berapa besar dana yang dimaksudnya. Ia juga tak merinci berapa banyak peserta yang menurutnya telah menerima insentif pertama itu. "Masih diproses," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(wel/bir)