Bank-bank Uni Eropa, misalnya, telah memboikot pembiayaan industri kelapa sawit karena desakan lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO). Tak hanya itu, perbankan asal Amerika juga melakukan hal serupa lantaran tekanan dari PBB.
"Bank Cina dan Jepang itu masih berikan (kredit ke industri sawit). Tapi baru dua tahun ini, bank-bank China dan Jepang diancam berbagai pihak," ujarnya dalam diskusi yang digelar INA Palm Oil, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Laba Bank Swasta Masih Naik di Tengah Corona |
Seperti diketahui, berbagai diskriminasi terhadap sawit memang kencang dilakukan oleh negara-negara Uni Eropa. Salah satunya, adalah kebijakan Renewable Energy Directives II (RED II) yang merekomendasikan agar penggunaan sawit untuk bahan kendaraan bermotor dihapus.
Sebab, Komisi Uni Eropa melabelkan sawit sebagai komoditas yang menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan. Label ini menimbang sawit adalah sumber penghilangan hutan alam lewat penebangan (deforestasi) dan alih fungsi lahan.
[Gambas:Video CNN]
(hrf/sfr)