Mendag Minta Masyarakat Lapor Harga Gula Mahal Lewat Whatsapp

CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 19:33 WIB
Pedagang menyusun bungkusan gula di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Pedagang di pasar itu menjual gula seharga Rp19.000 per kilogram menjelang bulan Ramadhan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta masyarakat lapor harga gula yang terlalu mahal ke hotline siaga kementerian melalui Whatsapp. (Antara Foto/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta masyarakat melapor bila menemukan produsen, distributor, dan pedagang yang menjual gula dengan harga terlalu mahal ke hotline siaga kementerian. Pelaporan bisa melalui nomor Whatsapp 0851-111-1010. 

Tak hanya memainkan harga, Agus juga meminta masyarakat mengadukan bila mengetahui ada pihak-pihak yang menimbun pasokan gula. Sebab, tindakan itu juga bisa membuat harga gula melambung di pasar. 

"Sekali lagi kami tegaskan, Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan akan menindak tegas semua pelaku usaha, produsen, distributor dan pedagang yang nakal," ucap Agus melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (24/5).


Selain pelaku nakal, Agus mengatakan ada dua faktor lain yang membuat harga gula naik pada beberapa waktu terakhir. Pertama, terganggunya distribusi pasokan di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona atau Covid-19. 

Kedua, rantai distribusi yang panjang dari produsen hingga tangan konsumen. Atas berbagai hal ini, kata Agus, pemerintah akan berusaha mempercepat alur distribusi. 

Caranya, dengan mengutamakan penyerapan pasokan gula dari petani tebu rakyat. Selanjutnya, hasil produksi diserap dan diolah oleh BUMN dan perusahaan swasta untuk menjadi Gula Kristal Putih (GKP). 

Lalu, pemerintah juga meminta produsen dan distributor untuk memutus mata rantai distribusi yang terlalu panjang, sehingga gula tersebut bisa langsung ke pedagang pasar dan ritel modern. Selain itu, produsen yang mendapat penugasan mengolah gula mentah menjadi GKP harus menjual gula ke distributor dengan harga maksimal Rp11.200 per kilogram (kg). 

"Sehingga harga gula bisa disalurkan kepada ritel modern dan pasar rakyat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)," ungkapnya. 

Kemudian, pemerintah juga meminta produsen melakukan penyaluran gula langsung ke pasar, baik ke pedagang dan konsumen dengan melibatkan tim monitoring Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan dengan harga sesuai HET sebesar Rp12.500 per kg. Selanjutnya, pemerintah turut mengadakan operasi pasar untuk menjual gula sesuai HET melalui kerja sama dengan distributor gula. 

Tak ketinggalan, pemerintah juga memperketat pengawasan dan penindakan terhadap oknum-oknum nakal. Hasil pengawasan teranyar menemukan ada distributor yang menjual gula seharga Rp13 ribu per kg di Kota Malang, Jawa Timur. 

"Kemendag telah menyelidiki lebih lanjut temuan ini sebelum dijatuhkan sanksi pencabutan izin usaha dan dibawa ke ranah hukum oleh Satgas Pangan," katanya. 

[Gambas:Video CNN]

(uli/age)