Dinas Pariwisata Padang, Sumatera Barat, merinci potensi pendapatan yang hilang dari hotel, restoran, dan hiburan mencapai Rp174 miliar. Lalu, sektor informal di obyek wisata Rp7 miliar, dan kebudayaan, sanggar, seni tradisional paling sedikit 981 juta.
"Disebabkan sektor-sektor tersebut tidak bisa beraktivitas atau terhenti di tengah pandemi covid-19," imbuh Arfian, Kepala Dinas Pariwisata Padang, dilansir Antara, Minggu (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa langkah disebut telah dipersiapkan. Salah satunya bantuan modal usaha bagi pelaku usaha terdampak. "Kami akan merangkul sektor perbankan sebagai solusi modal usaha," terang dia.
"Jika nanti kondisinya memungkinkan untuk dilonggarkan, maka direncanakan aktivitas pariwisata dimulai secara perlahan," jelasnya.
Namun, ia bilang pelaku usaha, seperti hotel, kafe, objek wisata, dan lainnya akan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan. "Itu rencana yang disiapkan, nanti kami lihat dulu saat PSBB berakhir," katanya.
[Gambas:Video CNN]
(antara/bir)