Corona, Potensi Pendapatan Pariwisata Padang Rp182 M Lenyap

CNN Indonesia | Senin, 25/05/2020 06:52 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan bulan dan bintang, di masjid Jabal Rahmah, komplek kampus Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/5). Salah satu masjid terindah di kota Padang itu dipercepat pembangunannya untuk menyambut bulan Ramadan 1438 hijriyah. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc/17. Potensi pendapatan hilang dari bisnis hotel dan restoran di Padang mencapai Rp174 miliar pada periode Februari-Mei atau sejak pandemi corona. Ilustrasi Kota Padang. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sektor pariwisata Padang, Sumatera Barat, kehilangan potensi pendapatan hingga Rp182 miliar pada periode Februari-Mei 2020 akibat pandemi virus corona.

Dinas Pariwisata Padang, Sumatera Barat, merinci potensi pendapatan yang hilang dari hotel, restoran, dan hiburan mencapai Rp174 miliar. Lalu, sektor informal di obyek wisata Rp7 miliar, dan kebudayaan, sanggar, seni tradisional paling sedikit 981 juta.

"Disebabkan sektor-sektor tersebut tidak bisa beraktivitas atau terhenti di tengah pandemi covid-19," imbuh Arfian, Kepala Dinas Pariwisata Padang, dilansir Antara, Minggu (24/5).


Dari kerugian ekonomi tersebut, diperkirakan sebanyak 3.571 orang pekerja pariwisata terdampak penyebaran penyakit covid-19.

"Berdasarkan data, diperkirakan 3.571 pekerja sektor pariwisata terdampak, baik berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan," katanya.

Oleh karenanya, Arfian menilai sektor pariwisata Padang butuh usaha ekstra keras untuk kembali menggenjot bisnis saat normal baru atau kondisi kembali beraktivitas di tengah pandemi virus corona.

Beberapa langkah disebut telah dipersiapkan. Salah satunya bantuan modal usaha bagi pelaku usaha terdampak. "Kami akan merangkul sektor perbankan sebagai solusi modal usaha," terang dia.

Lebih lanjut Arfian menyebut sektor pariwisata Padang menanti berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperkirakan pada 29 Mei nanti.

"Jika nanti kondisinya memungkinkan untuk dilonggarkan, maka direncanakan aktivitas pariwisata dimulai secara perlahan," jelasnya.

Namun, ia bilang pelaku usaha, seperti hotel, kafe, objek wisata, dan lainnya akan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan. "Itu rencana yang disiapkan, nanti kami lihat dulu saat PSBB berakhir," katanya.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK