Pada segmen Mobile, melalui entitas anak Telkomsel, Telkom masih menjadi operator dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, dengan 171,1 juta orang. Layanan data yang semakin dibutuhkan mendorong peningkatan trafik data sebesar 53,6 persen.
Hal itu pun berdampak terhadap pendapatan Digital Business Telkomsel menjadi yang tertinggi pada 2019, sekaligus menjadi katalis dalam pergeseran bisnis Legacy ke layanan Digital Business. Kontribusi dari Digital Business disebut meningkat seiring dengan pengembangan berbagai Digital Services seperti Digital Lifestyle, Digital Advertising, Big Data, Digital Enterprise Solution dan Mobile Payment.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk segmen Enterprise, Perseroan mengubah sejumlah kebijakan bisnis dengan berfokus pada lini bisnis yang bersifat recurring, terutama pada layanan enterprise solutions seperti enterprise connectivity, data center dan cloud. Sepanjang tahun 2019 profil bisnis segmen Enterprise menjadi lebih baik dengan pendapatan sebesar Rp18,7 triliun, memberi kontribusi sebesar 14 persen terhadap pendapatan konsolidasian.
Total belanja modal pada 2019 adalah Rp36,59 triliun atau 27 persen dari total pendapatan. Belanja modal termasuk pembangunan infrastruktur broadband yang meliputi BTS 4G LTE, jaringan akses serat optik ke rumah, jaringan backbone serat optik bawah laut dan terestrial, serta sebagian untuk keperluan bisnis menara.
Ia menjelaskan Telkom mengembangkan tiga perspektif domain bisnis digital, yakni digital connectivity, digital platform, dan digital service sebagai antisipasi perkembangan industri. Terlebih, pihaknya telah menjadi Global Digital Hub, sekaligus gerbang konektivitas digital yang menyediakan direct broadband connectivity antara kawasan Eropa, Asia, dan Amerika Serikat.
Ririek mengungkapkan optimisme bahwa trafik data akan terus bertumbuh seiring lahirnya beragam layanan digital, seperti gim, video, advertising dan payment yang saat ini masih dalam fase awal pertumbuhan. Demikian juga untuk fixed broadband, yang diyakini akan tetap tinggi.
"Telkom juga mengakselerasi domain digital platform dengan cara mengembangkan layanan data center and cloud mengarah pada smart platform sebagai enabler berbagai layanan dan solusi ICT. Selanjutnya produk-produk digital service akan dikembangkan secara selektif, termasuk melalui akuisisi maupun kemitraan yang didukung secara sinergis oleh digital platform dan digital connectivity," katanya.
Ririek mengakui kondisi saat ini tak mudah. Namun ia memandang hal itu sebagai tantangan, mengembangkan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ia yakin lini bisnis digital merupakan pendorong pertumbuhan Telkom di masa mendatang. (rea)