Efek Corona, Jumlah Wisman Anjlok 87 Persen pada April 2020

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 19:10 WIB
Sejumlah wisatawan asing dari Eropa, Amerika, dab Australia berkeliling di Gili Trawangan, Kamis (21/2). Setelah gempa mengguncang Lombok dan Trawangan tahun lalu, penduduk setempat mengaku mengalami pengurangan wisawatan hingga ribuan. BPS mencatat jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2020 anjlok hingga 87,44 persen jika dibandingkan dengan posisi April 2019 lalu. (CNN Indonesia/Tiara Sutari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2020 anjlok hingga 87,44 persen jika dibandingkan dengan posisi April 2019 lalu. Penurunan ini terjadi di tengah pandemi virus corona.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan total wisman ke Indonesia pada April 2020 sebanyak 160 ribu. Angkanya turun drastis dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,27 juta wisman ke Indonesia.

"Jika dibandingkan dengan Maret 2020, jumlah kunjungan wisman juga turun 66,02 persen," ujar Suhariyanto, Selasa (2/6).


Ia menjabarkan kunjungan wisman itu melalui moda transportasi. Rinciannya, jumlah kunjungan wisman yang menggunakan moda transportasi udara sebanyak 755 kunjungan, laut 46 ribu kunjungan, dan darat 112 ribu kunjungan.

Lebih lanjut Suhariyanto menjelaskan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada April 2020 turun 99,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini terjadi hampir di seluruh bandara.

"Persentase penurunan terendah tercatat di Bandara Soekarno Hatta sebesar 99,79 persen, diikuti Bandara Internasional Lombok 99,81 persen, dan Bandara Ahmad Yani 99,82 persen," kata Suhariyanto.

Sementara, jumlah kunjungan wisman di sejumlah bandara tercatat turun hingga 100 persen. Bandara yang dimaksud, antara lain Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat, Bandara Adisucipto di Yogyakarta, Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara, Bandara Minangkabau di Sumatra Barat, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II di Riau.

Kemudian, jumlah wisman yang masuk melalui pintu darat terlihat turun 34,96 persen dari 173 ribu menjadi 112 ribu. Penurunan paling tajam terjadi di pintu masuk Aruk, Kalimantan Barat yang mencapai 97,61 persen.

"Penurunan juga terjadi di Entikong di Kalimantan Barat sebesar 99,62 persen, sedangkan di Jayapura, Papua, lalu pintu masuk Atambua di Nusa Tenggara Tomur dan Nanga Badau di Kalimantan Barat turun sebesar 100 persen," jelas Suhariyanto.

Selanjutnya, jumlah wisman yang datang melalui jalur laut anjlok 85,84 persen. Sama seperti pintu masuk lainnya, hal ini terjadi di hampir seluruh pelabuhan.

Dari asal negaranya, kunjungan wisman yang datang dari Afrika turun paling signifikan mencapai 99,41 persen. Sementara, penurunan terkecil terjadi pada wisman asal Asia selain Asean, yaitu 79,41 persen.

Berdasarkan kebangsaannya, kunjungan wisman yang paling banyak datang ke Indonesia berasal dari Timur Leste sebanyak 83 ribu. Lalu, kunjungan dari wisman Malaysia sebanyak 62 ribu, Singapura 2 ribu, serta China dan Filipina sebanyak 1.000 kunjungan.

[Gambas:Video CNN]

(aud/age)