Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan total wisman ke Indonesia pada April 2020 sebanyak 160 ribu. Angkanya turun drastis dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,27 juta wisman ke Indonesia.
"Jika dibandingkan dengan Maret 2020, jumlah kunjungan wisman juga turun 66,02 persen," ujar Suhariyanto, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Lion Air Group Setop Terbang Mulai 5 Juni |
Sementara, jumlah kunjungan wisman di sejumlah bandara tercatat turun hingga 100 persen. Bandara yang dimaksud, antara lain Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat, Bandara Adisucipto di Yogyakarta, Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara, Bandara Minangkabau di Sumatra Barat, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II di Riau.
Kemudian, jumlah wisman yang masuk melalui pintu darat terlihat turun 34,96 persen dari 173 ribu menjadi 112 ribu. Penurunan paling tajam terjadi di pintu masuk Aruk, Kalimantan Barat yang mencapai 97,61 persen.
Selanjutnya, jumlah wisman yang datang melalui jalur laut anjlok 85,84 persen. Sama seperti pintu masuk lainnya, hal ini terjadi di hampir seluruh pelabuhan.
Dari asal negaranya, kunjungan wisman yang datang dari Afrika turun paling signifikan mencapai 99,41 persen. Sementara, penurunan terkecil terjadi pada wisman asal Asia selain Asean, yaitu 79,41 persen.
Berdasarkan kebangsaannya, kunjungan wisman yang paling banyak datang ke Indonesia berasal dari Timur Leste sebanyak 83 ribu. Lalu, kunjungan dari wisman Malaysia sebanyak 62 ribu, Singapura 2 ribu, serta China dan Filipina sebanyak 1.000 kunjungan.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)