Dampak Corona, Emirates Airlines PHK Karyawan

jal, CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 08:28 WIB
Ilustrasi pesawat milik maskapai internasional asal Dubai, Emirates. (Dok. Emirates) Emirates Airlines mem-PHK karyawan karena dampak pandemi virus corona. Namun, maskapai tersebut tak membuka jumlah karyawan yang terkena PHK. Ilustrasi. (istimewa/Dok. Emirates).
Jakarta, CNN Indonesia -- Emirates Airlines melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena dampak pandemi virus corona pada Minggu (31/5). Namun, maskapai ini tidak menyebutkan berapa banyak karyawan yang di-PHK.

Keputusan PHK merupakan langkah lanjutan dari Emirates untuk bertahan di tengah krisis. Pada Maret lalu, maskapai asal Uni Emirat Arab itu melakukan pemotongan gaji antara 25-50 persen untuk mayoritas pegawai setelah berhenti beroperasi.

Emirates Airlines sendiri memiliki sekitar 100 ribu pegawai dan 270 pesawat.


"Kami sudah mengevaluasi semua skenario demi mempertahankan operasional bisnis. Pada akhirnya kami sampai pada kesimpulan harus mengucapkan selamat tinggal pada beberapa pegawai yang telah bekerja bersama kami," kata juru bicara Emirates Airlines, Selasa (2/6).

Juru bicara tersebut memaparkan pihaknya terus meninjau kembali semua situasi dan akan beradaptasi dengan masa transisi. Menurutnya, perusahaan telah melakukan segala yang mungkin untuk melindungi lapangan kerja dalam perusahaan.

Pada 10 Mei lalu, Emirates Airlines mengungkap perkiraan waktu agar penerbangan bisa kembali normal. Perusahaan memprediksi butuh waktu 18 bulan agar permintaan penerbangan kembali normal.

Maskapai milik pemerintah UEA itu telah membatalkan seluruh penerbangan pada 22 Maret sebelum membuka kembali pelayanan penerbangan dua pekan kemudian. Pada pekan lalu, Emirates Airlines juga sudah melakukan sejumlah layanan penerbangan di kawasan barat.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada April lalu memperkirakan layanan udara di Timur Tengah dan Afrika Utara akan turun lebih dari setengah pada tahun ini.

IATA juga mengatakan pendapatan maskapai asal Lebanon Mena akan berkurang US$24,5 miliar dibandingkan tahun lalu. Penutupan kawasan penerbangan di wilayah tersebut turut mengancam sekitar 1,2 juta pekerjaan.

Sedangkan Kuwait Airways baru-baru ini melakukan PHK terhadap 1.500 pegawai asing atau seperempat dari jumlah pegawai asing mereka.

[Gambas:Video CNN]

(age)