Corona, BPS Catat Penumpang Pesawat Domestik Cuma 838 Ribu

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 21:12 WIB
Sejumlah armada pesawat Lion Air Group terparkir di Apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2020). Lion Air Group yang terdiri dari Batik Air, Lion Air dan Wings Air dengan perizinan khusus (exemption flight) dari Kementerian Perhubungan akan kembali melayani penerbangan domestik yang rencananya  dimulai pada hari Minggu (3/5/2020) untuk melayani pebisnis, angkutan kargo, perjalanann bagi pemimpin lembaga tinggi negara RI, serta tamu negara. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww. BPS memaparkan jumlah penumpang angkutan udara atau pesawat domestik sepanjang April 2020 turun drastis 81,7 persen dari 4,58 juta orang menjadi hanya 838 ribu orang.(Antara Foto/Muhammad Iqbal).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan jumlah penumpang angkutan udara atau pesawat domestik sepanjang April 2020 turun drastis 81,7 persen dari 4,58 juta orang menjadi hanya 838 ribu orang. Hal ini terjadi di tengah penyebaran virus corona.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama. Sebagai contoh, penumpang Bandara Soekarno Hatta di Banten sebesar 84,23 persen, Bandara Ngurah Rai di Denpasar sebesar 82,6 persen, Bandara Hasanuddin di Makassar sebesar 78,78 persen, Bandara Kualanamu di Medan sebesar 78,7 persen, dan Bandara Juanda si Surabaya sebesar 76,07 persen.

"Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta di Banten sebanyak 191 ribu orang atau 22,79 persen dari total penumpang domestik," ujar Suhariyanto, Selasa (2/6).


Sementara, jumlah penumpang domestik Januari hingga April 2020 hanya 17,5 juta orang. Jumlahnya turun 27,67 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 24,2 juta orang.

Penurunan juga terjadi pada penerbangan internasional. Suhariyanto memaparkan jumlah penumpang ke luar negeri pada April 2020 turun 95,35 persen menjadi 26 ribu orang.

Begitu juga jika dilihat sejak Januari hingga April 2020 yang jumlahnya menurun 42,78 persen menjadi hanya 3,4 juta orang. Penurunan paling besar terjadi di Bandara Soekarno Hatta sebesar 49,63 persen, lalu Bandara Kualanamu 48,9 persen dan Bandara Juanda sebesar 48,3 persen.

Selanjutnya, Suhariyanto mengatakan jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri sepanjang April 2020 turun 70,82 persen menjadi hanya 559 ribu. Penurunan penumpang terjadi di Pelabuhan Belawan sebesar 96,83 persen, Tanjung Perak 82,21 persen, Makassar 81,27 persen, Balikpapan 80,95 persen, dan Tanjung Priok 75,24 persen.

Sementara, jumlah penumpang angkutan laut turun 3,24 persen menjadi 6,7 juta orang jika diakumulasi sepanjang Januari-April 2020. Rinciannya, jumlah penumpang di Pelabuhan Belawan turun 51,79 persen, Balikpapan 28,65 persen, Tanjung Priok 27,48 persen, dan Makassar 12,64 persen.

"Namun ada peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar 0,63 persen," imbuh Suhariyanto.

Lalu, dia menjabarkan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api di Jawa dan Sumatra turun 74,86 persen menjadi 5,9 juta sepanjang April 2020. Detailnya, penumpang di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-

Bila dihitung dari Januari-April 2020, jumlah penumpang kereta api hanya tercatat 95,7 juta orang atau turun 30,92 persen dari posisi April 2019. Suhariyanto merinci, penumpang di wilayah Jabodetabek turun 30,56 persen, Jawa non Jabodetabek 32,26 persen, dan Sumatra 32,23 persen.

[Gambas:Video CNN]

(aud/age)