Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama. Sebagai contoh, penumpang Bandara Soekarno Hatta di Banten sebesar 84,23 persen, Bandara Ngurah Rai di Denpasar sebesar 82,6 persen, Bandara Hasanuddin di Makassar sebesar 78,78 persen, Bandara Kualanamu di Medan sebesar 78,7 persen, dan Bandara Juanda si Surabaya sebesar 76,07 persen.
"Jumlah penumpang domestik terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta di Banten sebanyak 191 ribu orang atau 22,79 persen dari total penumpang domestik," ujar Suhariyanto, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Suhariyanto mengatakan jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri sepanjang April 2020 turun 70,82 persen menjadi hanya 559 ribu. Penurunan penumpang terjadi di Pelabuhan Belawan sebesar 96,83 persen, Tanjung Perak 82,21 persen, Makassar 81,27 persen, Balikpapan 80,95 persen, dan Tanjung Priok 75,24 persen.
Sementara, jumlah penumpang angkutan laut turun 3,24 persen menjadi 6,7 juta orang jika diakumulasi sepanjang Januari-April 2020. Rinciannya, jumlah penumpang di Pelabuhan Belawan turun 51,79 persen, Balikpapan 28,65 persen, Tanjung Priok 27,48 persen, dan Makassar 12,64 persen.
Lalu, dia menjabarkan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api di Jawa dan Sumatra turun 74,86 persen menjadi 5,9 juta sepanjang April 2020. Detailnya, penumpang di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-
Bila dihitung dari Januari-April 2020, jumlah penumpang kereta api hanya tercatat 95,7 juta orang atau turun 30,92 persen dari posisi April 2019. Suhariyanto merinci, penumpang di wilayah Jabodetabek turun 30,56 persen, Jawa non Jabodetabek 32,26 persen, dan Sumatra 32,23 persen.
[Gambas:Video CNN]
(aud/age)