"Lagi dibuat semua, strukturnya bagaimana. Struktur modalnya juga, nanti masing-masing perusahaan yang nyetor rumah sakitnya. Mereka akan punya saham di situ," terang Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga via teleconference, Selasa (2/6).
Dalam hal ini, saham holding RS BUMN akan dikelola oleh PT Pertamina Bina Medika-IHC. Tiap BUMN yang unit rumah sakitnya tergabung dalam holding akan mendapat saham sesuai besaran kepemilikan asetnya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menargetkan proses konsolidasi lanjutan perusahaan-perusahaan pelat merah ini akan kembali dilakukan mulai Juni 2020.
Menurutnya, perusahaan induk RS pelat merah dapat meningkatkan pendapatan hingga kisaran Rp8 triliun sampai Rp10 triliun. Berdasarkan laporan keuangan 2018, pendapatan konsolidasi rumah sakit dan klinik milik negara itu mencapai Rp5,6 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(hrf/bir)