Sebagai pengingat, proyek tersebut dihentikan sementara pada 2 Maret lalu karena hasil pengamatan Komite Keselamatan Konstruksi (K3) PUPR menyatakan sistem manajemen konstruksi tidak aman dilanjutkan.
"Deadline-nya untuk Jakarta-Bandung tetap September 2022 harus bisa jadilah sebagai target. Ini pemerintah sangat concern," kata Erick dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (29/5/2020).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pelibatan juga dilakukan karena karena proses pengerjaan kereta api cepat Jakarta-Bandung yang melibatkan konsorsium China mengalami keterlambatan selama satu tahun. Semua ini, kata Airlangga, adalah laporan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Oleh karena itu arahan Presiden (Jokowi) agar lebih ekonomis untuk didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung tapi sampai Surabaya dan diusulkan agar konsorsium ditambah Jepang," ucap Airlangga dalam video conference, Jumat (29/5).
[Gambas:Video CNN]
(hrf/sfr)