Dilansir dari AFP, Rabu (3/6), ekonomi Rusia mengalami kontraksi tajam tahun ini. Pemerintah Rusia memperkirakan ekonomi mereka akan menyusut hingga 9,5 persen di kuartal kedua karena dampak pandemi virus corona.
Dana stimulus itu disiapkan untuk menggairahkan kembali ekonomi Rusia yang berantakan selama lockdown berlangsung. Dana tersebut ditujukan untuk meningkatkan lapangan kerja, pendapatan, dan pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Australia Menuju Resesi Pertama Sejak 1991 |
Rancangan pemulihan ekonomi Rusia dibagi ke dalam tiga tahap. Mulai dari menstabilkan kondisi ekonomi di kuartal saat ini hingga rencana membangun kembali ekonomi dalam kondisi yang sudah stabil.
Penerapan lockdown di Rusia memang menghantam banyak sektor, tak terkecuali sektor industri. Sektor industri diminta oleh Putin untuk menghentikan aktivitas kerja tetapi tetap diminta untuk membayar upah karyawan.
[Gambas:Video CNN]
Penerapan lockdown ini menambah masalah lain bagi Rusia usai efek aneksasi Krimea tahun 2014 hingga jatuhnya harga minyak tahun ini.
Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Anton Kotyakov mengatakan lebih dari juta orang di Rusia menjadi pengangguran karena dampak dari covid-19. Analis di Boston Consulting Group pun memperkirakan tingkat pengangguran bisa mencapai tiga kali lipat dari jumlah yang ada saat ini.