Pedagang Positif Corona, Pasar Karangayu Semarang Ditutup

CNN Indonesia | Senin, 08/06/2020 06:36 WIB
Petugas medis melakukan tes swab COVID-19 kepada seorang pedagang di Pasar Ikan Rejomulyo (Pasar Kobong), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2020). Tes diagnostik cepat (rapid test) maupun swab secara acak terhadap ratusan pedagang maupun pengunjung di pusat penjualan hasil laut tersebut untuk mendeteksi serta memutus rantai penyebaran virus Corona (COVID-19) dari lokasi ditemukannya 26 pedagang dan pengunjung yang dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani pemeriksaan COVID-19 pada Rabu (20/5) lalu. ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj. Pasar Karangayu, Semarang, ditutup selama tiga hari karena temuan sejumlah pedagang positif terjangkit virus corona (covid-19). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aji Styawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasar Karangayu, Semarang, ditutup sementara selama tiga hari menyusul temuan sejumlah pedagang yang positif terinfeksi virus corona (covid-19).

"Ditutup mulai 8 hingga 10 Juni," kata Kepala UPTD Pasar Karangayu Semarang Fajar Joko Purwanto, mengutip Antara, Senin (8/6).

Penutupan pasar tersebut sudah mulai dilakukan petugas pasar setempat sejak Minggu (7/6) petang.

Seluruh akses masuk ke Pasar Karangayu yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Semarang, ditutup oleh petugas gabungan. Selama penutupan, pasar akan disemprot dengan disinfektan.

Petugas, menurut Fajar, sudah berupaya untuk menerapkan protokol kesehatan terhadap aktivitas pasar.

Pasar akan dibuka kembali pada Kamis (11/8) nanti. Saat dibuka nanti, petugas mengaku akan lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan terhadap pedagang maupun pengunjung.

"Kalau pedagang yang tidak pakai masker harus tutup. Pengunjung yang tidak pakai masker, akan diminta pulang," jelas Fajar.

Sebelumnya, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyebut 382 pedagang di 64 pasar di berbagai daerah positif terjangkit covid-19. Dari total kasus tersebut, 25 orang di antaranya meninggal dunia.

Dari kasus tersebut, orang positif paling banyak terjadi di Pasar Raya Padang sebanyak 113 orang dan korban meninggal 3 orang. Lalu, Pasar PPI Surabaya sebanyak 23 kasus positif dan 2 orang meninggal dunia.

Kemudian, Pasar Perumnas Klender, Jakarta TImur, sebanyak 21 kasus positif dan Pasar Kobong, Semarang, sebanyak 28 kasus positif.

Lalu, Pasar Cileungsi, Bogor sebanyak 16 kasus positif dan satu korban meninggal dunia. Kemudian, Pasar Induk, Bojonegoro, sebanyak 17 kasus positif dan 3 orang korban meninggal dunia.


Tak hanya di Pulau Jawa, ternyata pedagang di Pasar Hamadi, Papua juga memiliki kasus pedagang positif Covid-19 sebanyak 10 orang. Namun, tidak terdapat korban meninggal. Lalu, Pasar Bondalem, Bali sebanyak 15 kasus positif dan Pasar Besar, Palangkaraya sebanyak 27 kasus positif dan satu orang meninggal dunia.

Atas kasus tersebut, Ketua Bidang Infokom DPP Ikappi Reynaldi Sarijowan meminta pengelola pasar untuk lebih waspada. Ia juga mewajibkan pengelola pasar untuk memastikan keamanan transaksi jual beli di pasar tradisional.

"Pasar itu tempat yang potensi penyebarannya sangat tinggi, karena pola transaksi dengan tawar menawar dan menggunakan uang kertas makanya penting ada protokol dan mendorong kedisiplinan pengelola dan pedagang," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

[Gambas:Video CNN]

(bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK