Dilansir CNN, raksasa e-commerce dan teknologi itu saat pengajuan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat pada Jumat (5/6) lalu, menyatakan telah menerbitkan 133 juta lembar saham baru dengan harga termahal 236 dolar Hong Kong (US$30,45 atau Rp426.695 ribu) per lembar.
Dari pencatatan saham tersebut, perusahaan memprediksi dapat mengumpulkan lebih dari US$4 miliar (Rp56 triliun dengan asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS). Perseroan menyatakan akan menggunakan dana yang didapat untuk berinvestasi pada teknologi rantai pasokan dan meningkatkan efisiensi operasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah yang sebagian besar didorong atas kurangnya transparansi IPO perusahaan-perusahaan China itu membuat perusahaan dari Negeri Tirai Bambu kesulitan untuk melantai di bursa saham AS.
"Investor dari AS tidak seharusnya terkait dengan perusahaan yang tidak mematuhi aturan yang sama dengan perusahaan AS," kata Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri AS, Kamis pada pertengahan pekan lalu.
Luckin Coffee diketahui memalsukan data penjualan mencapai 2,2 miliar yuan (US$310 juta atau Rp4,3 triliun).
Dalam pernyataannya, JD.com melihat peningkatan peraturan di AS dan pembahasan RUU itu bisa memengaruhi nilai saham mereka.
"Berlakunya salah satu dari undang-undang tersebut atau upaya lain untuk meningkatkan akses regulasi AS dapat menyebabkan ketidakpastian investor untuk emiten yang terkena dampak, termasuk kami. Harga pasar dari (saham AS) kami dapat terpengaruh dan kami dapat dikeluarkan dari daftar jika tidak memenuhi persyaratan tepat waktu," bunyi pernyataan JD.com.
[Gambas:Video CNN]
(jal/sfr)