Trump Minta Perusahaan China di AS Diselidiki
CNN Indonesia
Sabtu, 30 Mei 2020 13:22 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penyelidikan terhadap perusahaan China yang terdaftar di pasar keuangan AS. Perintah ini muncul setelah ketegangan kedua negara memuncak.
Pasalnya, Beijing mengusulkan RUU Keamanan Nasional Hong Kong yang menurut berbagai pihak akan menghapus kebebasan Hong Kong sebagai daerah administratif khusus.
Selain itu, Trump juga mengklaim bahwa China mengaburkan asal-usul wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang di AS tersebut.
"Saya menginstruksikan kelompok kerja kepresidenan di pasar keuangan untuk mempelajari perbedaan praktik perusahaan China yang terdaftar di pasar keuangan AS dengan tujuan melindungi investor Amerika," kata Trump pada Jumat (29/5) seperti dilansir dari AFP.
Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut akan langkah-langkah yang mungkin diambil oleh pemerintahan.
"Perusahaan investasi seharusnya tidak membuat klien menghadapi risiko tersembunyi dan tidak semestinya terkait dengan pembiayaan perusahaan China. Orang Amerika berhak atas keadilan dan transparansi," tambahnya.
Pada Februari 2019, sebanyak 156 perusahaan Cina dengan kapitalisasi pasar sebesar US$1,2 triliun terdaftar di pasar AS. Menurut Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China setidaknya 11 di antaranya merupakan BUMN China.
Salah satu yang terbesar adalah raksasa e-commerce Alibaba, PetroChina dan Sinopec, pengilangan minyak terbesar di dunia.
Sementara, pesaing Starbucks, Luckin Coffee melantai di Nasdaq pada tahun lalu dengan nilai pasar sebesar US$4 miliar. Namun, baru-baru ini dikeluarkan karena terlibat skandal penipuan besar-besaran.
Pengumuman peninjauan muncul setelah Trump menyatakan AS akan menangguhkan masuknya warga negara China tertentu, serta meninjau kembali hubungan AS dengan Hong Kong.
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)
Pasalnya, Beijing mengusulkan RUU Keamanan Nasional Hong Kong yang menurut berbagai pihak akan menghapus kebebasan Hong Kong sebagai daerah administratif khusus.
Selain itu, Trump juga mengklaim bahwa China mengaburkan asal-usul wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang di AS tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut akan langkah-langkah yang mungkin diambil oleh pemerintahan.
Pada Februari 2019, sebanyak 156 perusahaan Cina dengan kapitalisasi pasar sebesar US$1,2 triliun terdaftar di pasar AS. Menurut Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China setidaknya 11 di antaranya merupakan BUMN China.
Salah satu yang terbesar adalah raksasa e-commerce Alibaba, PetroChina dan Sinopec, pengilangan minyak terbesar di dunia.
Lihat juga:Tiga Protokol AP II Songsong Era New Normal |
Pengumuman peninjauan muncul setelah Trump menyatakan AS akan menangguhkan masuknya warga negara China tertentu, serta meninjau kembali hubungan AS dengan Hong Kong.
[Gambas:Video CNN]
(wel/age)