SEVP Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono menyebut kenaikan rata-rata 20 persen terjadi pada 4,3 juta pelanggan. Jumlah itu sekitar 12,46 persen dari total pelanggan pasca bayar 34,5 juta pelanggan.
Jumlah pelanggan dengan kenaikan tagihan terbanyak ada di kisaran 20 persen sampai 50 persen sebanyak 2,4 juta pelanggan. Namun, ada pula pelanggan yang tagihan listriknya naik 200 persen, 500 persen, sampai 1.000 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuddy mengatakan secara umum kenaikan terjadi karena tiga hal. Pertama, pemakaian listrik pelanggan kerap meningkat selama masa WFH.
"Pas WFH itu, drakor jadi banyak yang tahu, karena kegiayannya di rumah, jadi nonton drakor di rumah, main game sepanjang waktu di rumah. Ini hiburan yang hindari keluar rumah dan berhubungan dengan listrik," katanya.
Kedua, pemakaian listrik juga semakin bertambah karena momen bulan puasa. "Ramadan kita (masyarakat) bangun lebih awal, masak, dan lainnya, lampu nyala semua jadi lebih panjang, sehingga ada kenaikan dari bulan sebelumnya," tuturnya.
Sementara, untuk pelanggan prabayar, Yuddy mengatakan kemungkinan ada kenaikan pula. Hanya saja, biasanya tidak terasa bagi pelanggan karena pembayaran sesuai dengan pembelian token sebelum penggunaan.
"Mau pasca dan pra itu sama saja, beda bayar depan belakang saja. Kalau prabayar mungkin tidak berasa karena abis, beli token, abis, beli token, kalau pascabayar kan langsung berasa. Jadi lebih ke pola konsumsi listrik saja," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(uli/bir)