Hal itu diungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2019 yang digelar secara virtual pada Rabu (10/6).
Dikutip dari Antara, Kamis (11/6), penjualan itu berasal dari penjualan batu bara domestik sebesar 21,6 juta ton. Lalu, 8,3 juta ton sisanya berasal dari ekspor batu bara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, mulai tahun 2020 dilanjutkan dengan tahap rancangan engineering lebih mendetail untuk persiapan pembangunan pabrik Coal To Chemicals setelah semua persyaratan prakonstruksi sudah dipenuhi.
Pabrik ini ditargetkan mulai berproduksi komersial pada 2025 dengan konsumsi batu bara sekitar 6 juta ton per tahun selama minimal 20 tahun.
Dalam RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2019, anggota Holding Industri Pertambangan BUMN ini juga membagikan dividen sebesar Rp3,65 triliun. Jumlah dividen tunai yang dibagikan ini merupakan 90 persen dari total laba bersih perusahaan tahun lalu sebesar Rp 4,1 triliun.
[Gambas:Video CNN]
(sfr/bir)