"Kementerian Keuangan, kami punya SBN reguler dan ritel, untuk SBN ritel sudah seri 16 terakhir, kami akan launching seri ke 017 pada 15 Juni," ujar Staf khusus Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin, melalui live Instagram, Kamis (11/6).
Sama seperti sebelumnya, minimum pembelian ORI017 sebesar Rp1 juta. Namun, Masyita belum memberikan bocoran imbal hasil (yield) ORI017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Erick Thohir Copot Bos Jasa Marga |
Dalam kesempatan yang sama, Perencana Keuangan dari ZAP Finance Prita Ghozie menuturkan investasi pada surat utang negara memenuhi kriteria investasi yang banyak dicari investor, khususnya investor pemula. Meliputi, likuiditas, jangka waktu, dan jauh dari risiko gagal bayar karena ditanggung oleh pemerintah.
"ORI ini bisa dijual sebelum jatuh tempo, sehingga ORI ini bisa jawab kegelisahan itu, karena bisa dijual sebelum jatuh tempo," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah merilis seri ORI016 dengan tingkat bunga sebesar 6,8 persen. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui penjualan surat utang itu sepi pembeli karena imbal hasil yang ditawarkan menurun. Imbasnya, penjualan ORI16 tidak mencapai target penjualan.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), penjualan ORI16 hanya mencapai Rp8,21 triliun. Realisasi itu 91,2 persen dari target pemerintah, Rp9 triliun. Sebagai pembanding, penawaran ORI15 yang dirilis sebelumnya menawarkan imbal hasil 8,25 persen.
"Saya tahu masyarakat punya appetite (selera), mungkin ada ekspektasi return (imbal hasil) yang diharapkan," ungkap Sri Mulyani beberapa waktu lalu.