Kendati demikian, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengklaim Grab dan Gojek, sudah menyetujui pemasangan penyekat di kendaraan yang digunakan para driver. Bahkan, kata dia, dua aplikator itu sudah melakukan produksi penyekat tersebut.
"Secara bertahap nanti dari pihak aplikator akan memasang di beberapa kendaraannya. Kemarin baru saja kami lihat bagaimana Grab komitmen menjalankan ini dan sudah membuat ribuan. Nanti akan tambah dengan jumlah yang begitu besar," ujarnya dalam webinar yang digelar Kemenhub, Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar itu, Budi juga menuturkan bahwa Kemenhub juga telah membagi fase persiapan new normal pada transportasi umum massal menjadi tiga dengan mengatur faktor keterisian transportasi di tiap fasenya.
Fase I akan berlangsung antara 8-31 Juni 2020, fase II antara 1 Juli-31 Juli 2020 dan fase III antara 1-31 Agustus 2020.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kapasitas maksimum tiap transportasi akan mengacu pada status bahaya covid-9 zonasi yang disampaikan gugus tugas, yakni merah, oranye, kuning dan hijau.
Ia mencontohkan, misalnya, angkutan umum di zona merah masih dilarang beroperasi. Sementara kapasitas angkutan umum massal dibatasi maksimal 70 persen untuk zona oranye, kuning, dan hijau pada fase I dan II.
(hrf/sfr)