Wakil Menteri Desa PDTT Budie Arie Setiadi menyebut, dari total 122 daerah tertinggal, 102 di antaranya berada di bagian Timur Indonesia. Artinya hanya 20 daerah tertinggal saja yang ada di Indonesia bagian Barat dan Tengah.
"Terdapat 122 kabupaten atau daerah tertinggal yang 84 persen di antaranya atau 102 Kabupaten ada di kawasan Timur. Jadi bisa dibayangkan kesenjangan pembangunan ekonomi Indonesia," terangnya lewat video conference pada Jumat (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari Peta Kelistrikan di 14.265 desa register Maluku Papua Nusa Tenggara di mana PLN baru 54 persen, sementara yang mandiri (LTSHE) dan non PLN dan ada 3 persen yang belum berlistrik," imbuh Budie.
Untuk akses internet, dari total 13.577 desa yang belum memiliki akses internet, Papua dan Papua Barat menjadi wilayah yang paling memprihatinkan. Rincinya, sebanyak 4.506 desa berada di kawasan Papua Barat dan 1.363 di Papua.
Ia pun pesimis jika keinginan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mencanangkan pendidikan berbasis teknologi dapat dinikmati mereka di daerah tertinggal.
"Pak Mendikbud mau ada pendidikan internet tapi ini desa bagaimana nasibnya belum punya saluran akses pendidikan?" katanya.
Secara terpisah, Budie menytakan pemerintah berkomitmen mengentaskan peta wilayah tertinggal, namun ia tak mau menyebut target pasti yang ingin dicapai pemerintah.
"Target secepat-cepatnya seluruh desa di Indonesia harus memiliki listrik. Sedangkan untuk akses internet diharapkan dalam beberapa tahun ke depan akan terpenuhi," katanya kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat. (wel/sfr)