Mengutip AFP, Selasa (16/6), kenaikan pengangguran itu sejalan dengan kebijakan lockdown yang diterapkan oleh pemerintah setempat. Kebijakan itu membuat sebagian besar bisnis di Inggris tutup.
Sementara, jumlah lowongan pekerjaan di Inggris juga merosot hingga ke level yang paling rendah akibat perlambatan aktivitas ekonomi. Inggris memberlakukan lockdown mulai 23 Maret 2020 kemarin lantaran jumlah kasus positif virus corona meningkat signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka yang cuti (dirumahkan) tidak muncul dalam statistik pengangguran. Ini kenapa tingkat pengangguran di Inggris tetap rendah meski PDB Inggris menyusut 20,4 persen pada April 2020," papar Ekonom City Index Fiona Cincotta.
Namun, Cincotta mewanti-wanti tingkat pengangguran di Inggris akan melonjak dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, skema merumahkan karyawan hanya akan menunda kenaikan tingkat pengangguran lebih signifikan lagi.
"Jangan salah, tingkat pengangguran Inggris akan melonjak," pungkas dia.
(aud/agt)