Sri Mulyani Sebut Dana Penanganan Corona Naik Jadi Rp905 T

CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2020 19:07 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menggelar konferensi pers terkait perkembangan temuan 'MOGE' dalam pesawat Garuda. Jakarta. Kamis (5/12/2019).CNN Indonesia/Andry Novelino Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi dana penanganan penyebaran virus corona dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) melonjak hingga Rpp905,1 triliun. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksi dana penanganan penyebaran virus corona dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) melonjak hingga Rpp905,1 triliun. Jumlahnya naik signifikan dari sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp677 triliun.

Hal ini diungkapkan Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya pada Jumat (19/6) sore. Ia menyatakan kenaikan dana penanganan penyebaran virus corona dan pemulihan ekonomi nasional ini akan membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 semakin membengkak.

"Program penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional diperkirakan memakan biaya sebesar Rp905,1 triliun telah menimbulkan pelebaran defisit yang cukup dalam pada APBN 2020," tulis Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (19/6).


Untuk itu, ia meminta dukungan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), otoritas moneter dalam hal ini Bank Indoensia (BI), pemerintah pusat dan daerah, pemangku kepentingan, dan seluruh elemen masyarakat dalam memulihkan ekonomi dalam negeri. Dengan dukungan dari berbagai pihak, ia optimistis ekonomi Indonesia akan pulih dan aktivitas ekonomi kembali normal.

"Tetap optimis dan berusaha yang terbaik karena optimisme merupakan semangat kami dalam menjaga negeri," jelasnya.

Diketahui, dana penanganan penyebaran virus corona sudah naik sebanyak tiga kali. Awalnya, pemerintah hanya mengalokasikan sebesar Rp405,1 triliun, lalu naik menjadi Rp677 triliun, dan awal pekan ini dinaikkan lagi menjadi Rp695,2 triliun.

Dana Rp695,2 triliun itu akan diberikan untuk seluruh sektor yang terdampak penyebaran virus corona. Jika dirinci, pemerintah akan menggunakannya untuk sektor kesehatan sebesar Rp87,5 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, insentif usaha Rp120,61 trililun, UMKM Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, dan sektoral kementerian/lembaga serta pemerintah daerah Rp106,11 triliun.

Anggaran penanganan penyebaran virus corona itu akan menambah belanja pemerintah tahun ini. Alhasil, defisit APBN juga akan melebar dari target sebelumnya.

Sri Mulyani sebelumnya menyatakan target defisit APBN 2020 melebar menjadi 6,27 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia bilang belanja negara diperkirakan naik dari Rp2.613,8 triliun menjadi Rp2.720,1 triliun. Rinciannya, belanja pusat naik dari Rp1.851,1 triliun menjadi Rp1.959,4 triliun dan Transfer ke daerah dana dana desa (TKDD) naik dari Rp760,7 triliun menjadi Rp762,2 triliun.

Sementara, pendapatan negara diprediksi turun dari Rp1.760,9 triliun menjadi Rp1.691,6 triliun karena perluasan insentif perpajakan dari pemerintah. Rinciannya, pendapatan perpajakan turun dari Rp1.462,6 triliun menjadi Rp1404,5 dan PNBP Rp297,8 triliun menjadi Rp286,6 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)