Ekonom Indef Minta Pemda Borong Produk UKM Pulihkan Ekonomi

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 27/06/2020 22:20 WIB
Perajin memproduksi kerajinan peralatan rumah tangga di sentra industri logam, Cawang, Jakarta. Rabu, 24 Juni 2020. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga dan Kementerian UMKM, wabah virus Corona memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan UMKM. Sebanyak 47 persen usaha mikro. kecil, dan menengah (UMKM) harus gulung tikar karena terdampak pendemi virus corona Covid-19. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Perajin peralatan rumah tangga di sentra industri logam, Cawang, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani meminta pemerintah daerah bisa membeli produk-produk UKM dalam negeri agar bisa membantu perekonomian kelas menengah ke bawah di masa transisi era new normal.

Menurutnya, pemerintah harus mulai mengubah pola pikir atau mindset berkaitan dengan kebijakan bantuan, baik untuk masyarakat maupun sektor usaha di masa pandemi Covid-19 ini.

Perubahan pola pikir itu, kata Aviliani, berupa bantuan yang sebelumnya batuan sosial dan Bantuan Langsung Tunai, kini diubah ke arah gerakan.

"Jadi menurut saya, di mindset tidak hanya cukup di BLT atau bansos tapi di mindset harus dimulai dari gerakan. Menurut saya dari Pemda, karena kadang kita bilang ayo cintai produk dalam negeri tapi enggak ada yang diperbuat," kata Aviliani saat menjadi pembicara dalam webinar Pemulihan Ekonomi Nasional di era Pandemi, Sabtu (27/6).

Dalam kesempatan itu, Aviliani juga memaparkam hal-hal yang mesti dilakukan agar pemulihan ekonomi di Indonesia yang terpuruk akibat Covid-19 ini bisa cepat pulih kembali.

Salah satunya berkaitan dengan implementasi kebijakan yang dilakukan harus lebih cepat. Hal ini agar pemulihan ekonomi dapat sesuai dengan target yang ingin dicapai.

"Saat ini peraturan sudah lengkap, namun realisasi belum," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) membuka rekening di bank agar dapat mengakses modal dengan bunga rendah yang disiapkan pemerintah.

Menteri koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan banyaknya pelaku UMKM yang unbankable sulit mendapatkan stimulus berupa keringanan bunga dan penundaan kredit.

"Kami meyakini seperti yang telah disampaikan oleh lembaga Semeru (lembaga yang fokus pada penelitian sosial dan ekonomi), kemungkinan ada 20 juta yang belum terhubung ke perbankan dan lembaga pembiayaan formal lainnya," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (23/6).


(tst/pmg)

[Gambas:Video CNN]