Jokowi Jengkel Ekonomi Tumbuh Minus, Menteri Kok Biasa Saja

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 10:02 WIB
Presiden Joko Widodo bertemu dengan purnawirawan TNI/Polri di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (19/6) /  Foto: Muchlis - Biro Setpres Presiden Jokowi meminta jajaran menteri untuk tidak biasa-biasa saja menghadapi situasi luar biasa, utamanya pertumbuhan ekonomi minus. (Muchlis - Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) heran dengan kerja menterinya yang dinilainya masih biasa-biasa saja di tengah kondisi luar biasa atau pandemi virus corona. Padahal, Bank Dunia (World Bank) memproyeksi ekonomi global minus 5,2 persen tahun ini.

Tak hanya itu, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) juga memprediksi ekonomi global bisa minus lebih dari 5 persen. Tepatnya, ekonomi dunia diproyeksi terkontraksi hingga 6 persen-7,6 persen.

"Kalau saya lihat bapak, ibu, dan saudara-saudara masih melihat ini normal. Kerja masih biasa-biasa saja," keluh Jokowi, dikutip Senin (29/6).


"Perasaan ini harus sama, harus mengerti ini. Jangan biasa-biasa saja. Jangan linier, jangan menganggap ini normal," tegas Jokowi.

Ia mengingatkan jajarannya agar bekerja secara luar biasa dalam menghadapi dampak dari penyebaran virus corona. Jangan sampai, kata Jokowi, situasi ini dianggap sebagai hal yang normal.

Jokowi menyatakan masih banyak dari 'pembantunya' yang menganggap situasi sekarang sebagai hal biasa-biasa saja atau normal. Padahal, lembaga internasional sudah memproyeksi ekonomi dunia terkontraksi hebat tahun ini.

"Perasaan ini tolong sama. Harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya. Jadi tindakan-tindakan, keputusan-keputusan, kebijakan-kebijakan, suasananya harus krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja," imbuh Jokowi.  

Ia juga mengingatkan menterinya agar tidak menggunakan hal-hal standar dalam situasi krisis seperti sekarang. Bahkan, Jokowi mengaku siap segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) jika memang dibutuhkan.

"Kalau perlu kebijakan perppu ya perppu saya keluarkan. Kalau perlu peraturan presiden (perpres), ya perpres saya keluarkan. Kalau sudah ada peraturan menteri, keluarkan. Ini untuk menangani negara, tanggung jawab kepada 267 juta rakyat," katanya.

Kepala negara itu merasa jengkel dengan kinerja menterinya dalam menangani pandemi virus corona. Terlebih, kasus penularan masih terus bertambah setiap harinya.

"Saya lihat masih banyak yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa tidak punya perasaan? Suasana ini krisis," pungkas Jokowi.

[Gambas:Video CNN]





(aud/bir)