Persiapan 95 Persen, Lapangan Kepodang Segera Beroperasi Lagi

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 22:50 WIB
Fasilitas produksi lapangan gas Kepodang, Blok Muriah yang dikelola PT Petronas Indonesia memiliki luas wilayah sebesar 2.778 km2 dan berlokasi di lepas pantai Jawa Timur, 180 km Timur Laut Semarang. Petronas Carigali Muriah Ltd mengoperasikan wilayah kerja Blok Muriah, dengan kepemilikan sebesar 80 persen, sementara sisanya sebesar 20 persen dipegang oleh Saka Energi Muriah Ltd. (Dok. Petronas) SKK Migas menyatakan Lapangan Gas Kepodang akan beroperasi kembali setelah merampungkan seluruh persiapan. Ilustrasi. (Dok. Petronas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Lapangan Kepodang akan segera beroperasi kembali. Sebelumnya, operasional sempat terhenti sejak 23 September 2019 lalu karena Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) selaku operator Wilayah Kerja Muriah menyatakan lapangan gas itu dalam kondisi kahar (force majeure).

Salah satu penyebabnya adalah hasil temuan cadangan tidak sesuai dengan prediksi.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan setelah aspek komersial selesai dan mendapatkan persetujuan alokasi serta izin operasi, gas dari lapangan di Wilayah Kerja Muriah ini dipastikan segera mengalir kembali.


"Dari sisi operasi, persiapan untuk kembali berproduksinya Lapangan Gas Kepodang sudah hampir rampung. SKK Migas siap mendukung semua kebutuhan supaya lapangan tersebut dapat beroperasi kembali," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (29/6).

Seperti diketahui, operator Wilayah Kerja Muriah telah beralih dari Petronas Carigali Muriah Ltd (PCML) kepada Saka Energi Muriah Limited (SEML).

SEML yang semula memiliki 20 persen participating interest mengambil alih 80 persen participating interest milik PCML melalui penandatanganan Deed of Assignment (DoA) yang dilakukan pada 31 Januari 2020.

Dengan DoA ini, SEML menjadi operator Wilayah Kerja Muriah dengan Participating Interest 100 persen.

Setelah DoA ditandatangani, kedua kontraktor tersebut terus melakukan sejumlah persiapan yang dibutuhkan. Misalnya dengan melakukan uji coba fungsi untuk peralatan-peralatan penting tetap dilaksanakan secara rutin.

Dalam kurun lima bulan ke belakang, Kontraktor KKS SEML dan PCML juga telah melakukan transisi operasional, antara lain melakukan uji coba pengoperasian bersama yang bertujuan untuk menjaga supaya fasilitas operasi di Lapangan Kepodang berfungsi dengan baik sehingga saat dialihkan kepada SEML dapat langsung memproduksikan gas tanpa kendala.

"Kesiapan teknis operasi saat ini sudah mencapai 95 persen. Fasilitas di Lapangan Kepodang siap untuk segera memulai beroperasi," ujar Julius.

Kesiapan Lapangan Kepodang juga sudah didukung dengan kesiapan tenaga kerja. Saat ini jumlah tenaga kerja yang tersedia sudah mencapai 98 persen dari kebutuhan.

Tenaga-tenaga kerja yang krusial untuk operasi lapangan secara rutin ditugaskan ke Lapangan Kepodang untuk menyesuaikan diri dengan operasi lapangan ini. "Tentu saja proses pengaturan pekerja ini tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19," ujar Julius.

Persiapan lain yang sudah mendekati final adalah pengalihan kontrak pekerjaan oleh pihak ketiga dari operator lama kepada operator baru.

Saat ini, proses sudah mencapai sekitar 95 persen. Sebagai operator baru, SEML telah menyiapkan berbagai macam kontrak untuk mendukung operasi Kepodang selanjutnya. Sebagai contoh, operasi kapal sejak Februari lalu sudah dijalankan dengan kontrak di bawah SEML.

Di luar persiapan-persiapan tersebut di atas, masih terdapat beberapa hal yang perlu diselesaikan untuk dapat mengaktifkan kembali Lapangan Kepodang.

Salah satu yang paling krusial adalah aspek komersial, yaitu negosiasi jual beli gas di mana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan kandidat pembeli gas dari Lapangan Kepodang utama.

SEML sudah mengirim surat resmi kepada PLN mengenai penawaran gas dari Lapangan Kepodang. Aspek komersial lain yang perlu disiapkan adalah Gas Transportation Agreement (GTA), di mana SEML akan bernegosiasi dengan PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) sebagai transporter.

"Kami berharap aspek komersial ini bisa segera disepakati sehingga gas pun dapat segera mengalir," ujar Julius.

Jika aspek komersial tersebut telah selesai, pengoperasian Lapangan Kepodang masih memerlukan beberapa syarat berikutnya, antara lain adalah izin operasi fasilitas operasi dan persetujuan alokasi gas dari Kementerian ESDM.

[Gambas:Video CNN]

"Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan supaya pengoperasian kembali Lapangan Kepodang berjalan sesuai rencana," pungkas Julius.

Lapangan Kepodang merupakan bagian dari Wilayah Kerja Muriah yang berlokasi di lepas pantai Jawa Timur. Lapangan ini mulai memproduksikan gas bumi pertama kali sebesar 56 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada akhir Agustus 2015.

Saat itu, gas dialirkan melalui pipa menuju fasilitas penerimaan di darat atau Onshore Receiving Facility (ORF) lalu kemudian disalurkan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok milik PLN.

(hrf/sfr)