Sri Mulyani Ungkap Bantuan ke Perempuan Tertekan Corona

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 10:59 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik Febrio Nathan Kacaribu menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Basuki Purwadi sebagai Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Sri Mulyani menyatakan perempuan merupakan kelompok yang paling tertekan oleh penyebaran virus corona. Untuk membantu perempuan, pemerintah sudah menggelontorkan banyak stimulus salah satunya berbentuk pelonggaran pembayaran angsuran KUR. (Dok. Kementerian Keuangan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan masyarakat termiskin dan perempuan merupakan kelompok yang paling tertekan oleh pandemi virus corona.

Perempuan yang akrab disapa Ani ini menyebut untuk membantu kelompok tersebut, pemerintah memberikan sejumlah bantuan atau stimulus. Salah satunya, membebaskan pembayaran bunga dan penundaan pokok angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia menyebut stimulus tersebut langsung menyasar kepada perempuan. Pasalnya, 8,2 juta debitur KUR atau lebih dari 80 persennya merupakan perempuan.


"Dari sudut pandang ekonomi, pemerintah berusaha untuk membantu debitur KUR dengan melakukan penundaan pembayaran pokok dan bunga yang dalam hal ini 80 persen dari peminjamnya merupakan perempuan. Kami memiliki 8,2 juta debitur perempuan yang melakukan aktivitas paling dasar," ucapnya Ani dalam diskusi dengan Toronto Centre pada Senin (29/6).

Selain permasalahan pendapatan dan utang, Ani juga menyebut perempuan dihadapkan dengan melonjaknya angka kekerasan fisik. Meski tak masuk dalam ranah kerjanya, ia memastikan akan terus memberikan bantuan ekonomi untuk meringankan beban wanita selama pandemi virus corona.

Sebelumnya, pemerintah memberikan pelonggaran pembayaran pokok dan bunga KUR selama 6 bulan akibat penyebaran covid-19. Tujuannya, untuk meminimalkan dampak ekonomi pandemi itu kepada usaha rakyat kecil.

[Gambas:Video CNN]



(wel/agt)