BI akan Tanggung Bunga Utang Negara untuk Penanganan Corona

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 15:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi keterangan kepada media saat  konfrensi press Realisasi APBN KITA Juni 2019, Jakarta, 21 Juni 2019. APBN 2019 sampai dengan 31 Mei 2019 mencatat bahwa realisasi pendaptan negara sebesar Rp 728,45 triliun atau 33,64 persen dari target APBN 2019, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang mencali Rp 685,99 triliun. Menkeu Sri Mulyani menyatakan akan berbagi beban dengan Bank Indonesia dalam memenuhi pembiayaan barang publik pada program penanganan pandemi corona. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah dan Bank Indonesia akan berbagi beban (burden sharing) dalam memenuhi pembiayaan negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Bank sentral nantinya akan menanggung 100 persen bunga atas pembiayaan utang untuk kegiatan publik (public goods) yang berkaitan dengan penanganan pandemi virus corona.

"Hal-hal yang sifatnya untuk public goods akan dilakukan burden sharing. Ini untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan untuk sektoral serta pemerintah daerah (pemda). BI akan tanggung sampai 100 persen beban bunganya," ungkap Sri Mulyani, Senin (29/6).

Sri Mulyani menjabarkan pembiayaan utang untuk kegiatan publik sebesar Rp397,6 triliun. Dana itu terdiri dari sektor kesehatan sebesar Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, dan sektoral kementerian/lembaga (k/l) serta pemda sebesar Rp106,11 triliun.


Sementara, ia bilang pemerintah akan menanggung sepenuhnya beban bunga untuk kegiatan non publik (non public goods). Hanya saja, BI memberikan diskon 1 persen dari suku bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate demi mengurangi beban pemerintah.

"Untuk non public goods kami mengunakan diskon 1 persen dari BI reverse repo rate, (bunga) non public goods ditanggung pemerintah," terang dia.

Sri Mulyani menjelaskan non public goods di antaranya insentif untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp123,46 triliun, korporasi non UMKM Rp53,37 triliun, dan lainnya sebesar Rp329,03 triliun. Secara total, beban pembiayaan utang pemerintah mencapai Rp903,46 triliun untuk penanganan pandemi virus corona.

[Gambas:Video CNN]

Sri Mulyani menjelaskan beban bunga utang yang harus dibayar pemerintah bertambah sebesar Rp66,5 triliun per tahun. Angka itu dengan asumsi bunga sebesar 7,36 persen per tahun.

"Sesuai skema burden sharing BI menanggung Rp35,9 triliun atau 53,9 persen dari total beban bunga utang," jelas Sri Mulyani.

Sebagai informasi, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk penanganan pandemi virus corona. Dengan alokasi dana itu, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah naik Rp903,46 triliun dari Rp741,84 triliun menjadi Rp1.645,3 triliun.

(aud/sfr)