Tongpes, Waskita Karya Jual 4 Jalan Tol

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 09:08 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) seksi I yang telah beroperasi di Ciawi, Bogor, Jawa Barat,  Kamis (3/1/2019). PT Waskita Karya (Persero) menargetkan pembebasan lahan Tol Bocimi seksi II-IV rampung pada pertengahan 2019 mendatang sehingga perseroan bisa menyelesaikan konstruksi sampai Sukabumi di pertengahan 2020. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc. Waskita Karya akan menjual tol Becakayu, tol Kanci-Pejagan, dan tol Pejagan-Pemalang, demi mengantongi dana segar hingga Rp8 triliun. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal melepas kepemilikan (divestasi) saham di empat ruas tol pada tahun ini. Divestasi yang diperkirakan senilai Rp7 triliun-Rp8 triliun itu dilakukan demi memperbaiki arus kas perusahaan.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan beberapa ruas tol yang akan dijual adalah tol Becakayu, tol Kanci-Pejagan, dan tol Pejagan-Pemalang. Perusahaan berharap bisa mengantongi dana segar hingga Rp8 triliun dari aksi korporasi tersebut.

"(Tol yang mau dilepas) tol Becakayu, tol Kanci-Pejagan, dan tol Pejagan-Pemalang. Kira-kira nilainya hampir Rp7 triliun sampai Rp8 triliun," ungkap Destiawan, dikutip Kamis (2/7).


Lalu, sisa ruas tol yang akan dijual adalah tol Cibitung-Tanjung Priok. Namun, divestasi untuk ruas tol ini tidak dilakukan sepenuhnya, melainkan dengan mengurangi jumlah saham dari mayoritas menjadi minoritas.

Ia bilang divestasi empat ruas tol harus terlaksana tahun ini. Jika tidak, maka arus kas perusahaan akan semakin negatif. "Targetnya tahun ini kalau tidak, ya berat untuk arus kas tahun ini," imbuhnya.

Kalau dilihat, arus kas operasi Waskita Karya pada kuartal I 2020 sudah positif sebesar Rp2,8 triliun. Realisasi itu berbanding terbalik dengan kuartal I 2019 lalu yang masih minus Rp3,02 triliun.

Namun, arus kas investasi memang terlihat masih minus sebesar Rp494,12 miliar. Begitu juga dengan arus kas dari pendanaan yang minus sebesar Rp5,49 triliun.

Belum lagi, pemerintah masih memiliki utang yang belum dibayar hingga saat ini. Totalnya sebesar Rp6,63 triliun.

Destiawan menjelaskan utang itu terdiri dari Angka itu terdiri dari outstanding pokok dana talangan pengadaan tanah jalan tol sebesar Rp3,71 triliun, cost of fund dana talangan pengadaan tanah jalan tol Rp1 triliun, dan light rail transit (LRT) Sumatra Selatan Rp1,92 triliun.

"Nanti seluruh pengembalian piutang dari pemerintah akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban pada perbankan dan obligasi," kata Destiawan.

Selain penjualan tol, Destiawan juga akan mengajukan penyertaan modal negara (PMN) kepada pemerintah. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.

"Kami juga ada total utang sampai sekarang Rp89 triliun, secara total. Ini ada progres yang belum terhitung karena termasuk dalam pengadaan tanah juga," jelas Destiawan.

Ia bilang akan mengajukan permintaan PMN tersebut kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, Destiawan tak menyebut secara pasti jumlah PMN yang akan diajukan kepada pemerintah.

"Menurut saya saat ini Waskita Karya perlu suntikan itu. Kami akan sampaikan ke Kementerian BUMN untuk dibantu mengajukan PMN," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK