Dirut Garuda Ungkap Soal WNA Meninggal di Rute India-Fiji

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 15:35 WIB
This photograph taken on October 26, 2010, shows an Indonesian Garuda Airline plane landing and another preparing to take off at Soekarno-Hatta airport in Jakarta. Its symbol is Garuda, the winged steed of Vishnu in Hindu mythology, but Garuda Indonesia's fortunes more closely resemble the Phoenix, which rose from the flames to fly again. This, at least, will be the story Indonesia's national carrier takes to potential investors this week as it touts its initial public offering (IPO) around Hong Kong, London and New York.     AFP PHOTO / ROMEO GACAD (Photo by ROMEO GACAD / AFP) Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra buka suara soal meninggalnya penumpang pada penerbangan charter GA 8820 rute New Delhi-Batam-Merauke-Fiji.(AFP PHOTO / Romeo Gacad).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Setiaputra menanggapi kabar meninggalnya salah satu penumpang Garuda Indonesia pada penerbangan charter GA 8820 rute New Delhi-Batam-Merauke-Fiji pada Selasa (30/6).

Irfan menjelaskan penumpang berkewarganegaraan Fiji tersebut meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas dan telah mendapatkan pertolongan pertama dari awak pesawat berupa pemberian oksigen.

Dia memaparkan sebelum terbang, penumpang telah menjalankan prosedur pemeriksaan SWAB Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil negatif covid-19.


"Dapat kami sampaikan bahwa Garuda Indonesia telah menjalankan prosedur penanganan penumpang yang meninggal di dalam pesawat sesuai aturan yang berlaku," ucap Irfan dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (2/7).

Irfan mengungkap jenazah penumpang tersebut dievakuasi ketika pesawat transit di Bandara Hang Nadim Batam. Proses evakuasi dilakukan dengan mengacu pada prosedur protokol kesehatan yang dijalankan secara menyeluruh dengan koordinasi intensif bersama otoritas kesehatan di Bandara Hang Nadim Batam.

"Sesuai dengan prosedur protokol kesehatan penerbangan, Garuda Indonesia juga telah melaksanakan proses disinfeksi di kabin pesawat sesuai ketentuan yang berlaku," lanjut Irfan.

Dia menjelaskan sebagai upaya preventif untuk memastikan kondisi kesehatan awak pesawat pada penerbangan tersebut, serta merujuk pada rekomendasi gugus tugas covid-19 Batam, perusahaan telah melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk menjalankan prosedur pemeriksaan SWAB Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSKI Pulau Galang.

Menurut Irfan, tes tersebut menunjukkan hasil negatif covid-19. Selanjutnya, seluruh awak pesawat yang bertugas pada penerbangan tersebut akan diterbangkan kembali ke Jakarta dan menjalani protokol kesehatan yang diperlukan.

Penerbangan GA 8820 yang diberangkatkan dari New Delhi pada pukul 21.45 waktu setempat, Selasa (30/6) merupakan penerbangan charter dalam rangka repatriasi 112 orang warga Negara Fiji dari New Delhi.

Penerbangan GA 8820 kemudian melanjutkan perjalanan dari Batam pada pukul 02.54, Rabu (1/7) dengan pergantian awak pesawat.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)