Korban PHK Lion Air Bantah Ditawari Kembali Kerja

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 13:03 WIB
Petugas bersiap sebelum melakukan proses sterilisasi pesawat Lion Air di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Proses sterilisasi menggunakan cairan disinfektan tersebut sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 atau virus Corona. ANTARA FOTO/Fauzan/hp. Korban PHK Lion Air membantah pernyataan manajemen yang mengklaim kembali mempekerjakan 2.600 eks karyawan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fauzan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHKLion Air membantah pernyataan manajemen yang mengklaim kembali mempekerjakan 2.600 eks karyawan, seiring dengan meningkatnya operasional maskapai penerbangan swasta tersebut.

Koordinator perwakilan karyawan yang terkena PHK Awal Nurizky mengatakan alih-alih diminta kembali bekerja, mereka justru diminta mengambil paklaring atau surat yang diberikan perusahaan kepada karyawan yang berhenti kerja.

"Kenapa mereka bilang akan mempekerjakan kembali, sementara tanggal 15 ini kami diminta ambil paklaring. Paklaring itu kan artinya sudah pemberhentian total," terang Awal kepada CNNIndonesia.com Jumat (10/7).


Awal menuturkan hingga saat ini ada sekitar 900 orang pekerja kontrak Lion Air di lingkungan Bandar Soekarno Hatta yang terkena PHK. Mereka merupakan pekerja di bagian air side seperti runway, taxiway, apron, serta land side mulai dari terminal, crub hingga parkir ke kendaraan.

"Harus diketahui di Lion Air itu outsourcing. Bahkan, yang kerja 17 tahun pun dipecat. Untuk bekerja lagi sampai sekarang pun kami belum menerima penawaran resmi. Makanya, kami meragukan tawaran yang disampaikan humas dan manajemen," tutur Awal.

Hingga saat ini pun mantan karyawan Lion masih menuntut hak-hak mereka dipenuhi antara lain pembayaran tiga bulan tunggakan iuran BPJS Kesehatan oleh perusahaan dan pembayaran sisa THR yang baru dibayarkan sebesar Rp1,5 juta dari yang seharusnya sebesar upah minimum kota (UMK) Rp4,1 juta.

Selain itu, mantan karyawan meminta manajemen membayarkan pesangon kepada para pekerja yang diberhentikan secara sepihak. "Minggu depan, tanggal 13 Juli nanti kami akan datangi kantor Lion Air Tower buat tuntut semua ini," tegasnya.

Sebelumnya, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan tawaran untuk kembali bekerja disampaikan kepada para pekerja yang kontraknya tak diperpanjang karena kebutuhan operasional.

Layanan penerbangan, kata dia, kini terus tumbuh dan diprediksi mendekati kembali normal pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Prakiraan tersebut didasarkan pada laju pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat dari bulan ke bulan hingga terjadinya pergerakan perekonomian menuju arah yang lebih baik karena berbagai program dan inisiasi pemerintah.

CNNIndonesia.com telah meminta Danang untuk memberikan tanggapan terkait bantahan eks karyawan. Namun, Danang belum merespons.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)