BNI Apresiasi Penangkapan Buron Kasus L/C

BNI, CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 16:25 WIB
Buronan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. BNI menghormati proses hukum yang berjalan dan siap membantu aparat dalam proses hukum terhadap Maria Pauline Lumowa hingga tuntas. (Foto: dok Kemenkumham)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengapresiasi keberhasilan aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam mengamankan Maria Pauline Lumowa (MPL) di Beograd, Serbia.

MPL merupakan merupakan salah satu tersangka utama kasus Unpaid L/C tahun 2002-2003 yang selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Kepolisian Republik Indonesia dan Red Notice di Interpol NCB atas kasus pembobolan dana BNI sebesar Rp1,7 triliun.

Direktur Human Capital & Kepatuhan BNI Bob T. Ananta mengatakan dengan ditangkap dan diekstradisinya tersangka dari Beograd, Serbia ke Indonesia, maka MPL dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku di Indonesia.


"BNI menghormati proses hukum yang berjalan dan siap membantu aparat penegak hukum dalam proses hukum terhadap MPL, sehingga proses penegakan hukum dapat diselesaikan hingga tuntas," ujar Bob di Jakarta, Kamis (9 Juli 2020).

Lakukan Upaya Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa, BNI telah melakukan berbagai langkah. Dimulai dari evaluasi tata kelola layanan pemrosesan L/C agar dapat menemukan modus yang digunakan pelaku.

"Atas evaluasi tersebut, langkah yang dilakukan antara lain Pengalihan kewenangan memutus transaksi L/C, yang awalnya berada pada Kantor Cabang Utama dialihkan ke Trade Processing Center (TPC) di Divisi Internasional (dilakukan sentralisasi layanan pemrosesan transaksi trade di Kantor Pusat)."

Bob melanjutkan, fungsi kantor cabang dalam layanan pemrosesan L/C telah berubah. Saat ini kantor cabang hanya berfungsi melakukan penerimaan permohonan transaksi trade dari nasabah, sedangkan keputusan transaksinya menjadi kewenangan tim di kantor pusat.

"Kini prosesnya menjadi jauh lebih secure, baik bagi perusahaan maupun bagi nasabah, karena telah dilakukan digitalisasi layanan," ujar Bob.

Sebagai informasi, layanan pemrosesan L/C terus berkembang dan telah mendapat penghargaan dari institusi di luar negeri. Trade Finance BNI berhasil meraih penghargaan sebagai The Best Trade Finance Bank in Indonesia selama sebelas kali berturut-turut dari Alpha Southeast Asia.

Produk dan layanan trade finance di BNI ditunjang oleh sinergi jaringan kantor cabang luar negeri yang tersebar di 6 negara meliputi Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, Amerika Serikat (New York), dan Korea Selatan (Seoul). Selain itu, keunggulan produk dan layanan trade finance BNI juga didukung oleh tenaga profesional bersertifikasi internasional.

(fef)