BNI Ikut Salurkan Bansos Rp8,9 T ke 10 Juta Orang

CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2020 07:37 WIB
BANK BNI 46. CNNINDONESIA/SAFIR MAKKI BNI ikut salurkan bansos Rp8,9 triliun unuk 10 juta masyarakat kurang mampu melalui PKH dan BPNT. Ilustrasi.(CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyatakan ikut serta dalam penyaluran dana bantuan sosial (bansos) ke masyarakat. Namun, bansos yang disalurkan adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sekretaris Perusahaan BNI Melly Meiliana mengatakan untuk bansos berbentuk PKH total bantuan yang sudah disalurkan mencapai Rp5,5 triliun. Bantuan tersebut disalurkan untuk ke 3,9 juta keluarga penerima manfaat.

"BNI juga sudah menyalurkan dana BPNT Rp3,4 triliun kepada 6,7 juta KPM," katanya kepada CNNINdonesia.com, Senin (4/5).


Selain PKH dan BPNT, Melly mengatakan pihaknya juga ikut serta dalam menyalurkan insentif Kartu Prakerja. Keikutsertaan dilakukan karena pemerintah telah menunjuk BNI menjadi official digital banking partner program tersebut .

Sayangnya, ia belum memiliki data rinci mengenai penyaluran insentif ke peserta Kartu Prakerja itu. Pemerintah mengucurkan dana bansos melalui banyak program, mulai dari PKH, BPNT, Kartu Sembako, paket sembako, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

Salah satu tujuan,  meringankan beban masyarakat dari tekanan virus corona. Selain BNI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI juga ikut serta dalam menyalurkan bansos.

Berkaitan dengan virus corona, bank spesialis kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) itu telah menyalurkan dana bansos pemerintah tahap pertama sebesar Rp316 miliar kepada 528.320 keluarga.

"Penyaluran pada tanggal 27-29 April 2020 lalu melalui fasilitas Mass Fund Transfer sebesar Rp600 ribu ke rekening masing-masing penerima," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Amam Sukriyanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/5).

[Gambas:Video CNN]
Keluarga penerima manfaat, sambung dia, sesuai dengan data yang diberikan Kementerian Sosial kepada perusahaan. Secara rinci, penyaluran ke keluarga penerima di Sumatera dan Jawa Barat mencapai Rp96,9 miliar kepada 161.566 KPM.

Lalu, di wilayah Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebesar Rp122,4 miliar kepada 204.118 KPM.

Kemudian, di wilayah Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi, Papua, dan Papua Barat sebesar Rp97,5 miliar kepada 162,636 KPM.

(uli/agt)