WeWork Pede Kinerja Pulih pada 2021

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 09:09 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dollar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Rabu, 5 September 2018. WeWork pede kinerja mereka akan kembali pulih pada 2021 mendatang. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Startup AS yang menawarkan ruang kerja, WeWork yakin kinerja mereka akan segera pulih dan positif lagi. Kepala Eksekutif perusahaan Marcelo Claure meyakini kinerja itu akan dicapai tahun depan.

Kinerja akan ditunjang oleh upaya efisiensi yang dilakukan dengan memangkas sekitar 8.000 pekerja dan kembali menegosiasikan sewa dan menjual aset perusahaan.

"Semua orang pikir WeWork adalah misi mustahil, (bahwa kami memiliki) kesempatan nol. Dan sekarang, setahun dari sekarang, mereka akan melihat WeWork sebagai usaha yang menguntungkan dengan beragam aset yang luar biasa," katanya seperti dilansir dari AFP, Senin (13/7).


Claude menyebut jika keyakinan tersebut terbukti, kebangkitan WeWork tersebut jauh lebih cepat dari perkiraan. 

Ia juga menyatakan peningkatan kinerja sudah bisa dirasakan sejak dimulainya pandemi virus corona. Pandemi telah membuat permintaan ruang kerja bersama yang fleksibel kian menanjak.

Perusahaan, lanjutnya, mencari kantor yang relatif kecil dengan satelit dekat dengan tempat tinggal karyawan mereka.

WeWork sempat dipuji sebagai unicorn menakjubkan bernilai US$47 miliar atau setara Rp658 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS). Namun, kondisi tersebut berbalik arah.

We Work dalam pernyataan kepada pemegang saham awal November 2019 lalu menyatakan rugi hampir US$ 1,3 miliar pada kuartal ketiga. Kerugian tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Masalah tersebut telah membuat SoftBank memutuskan untuk membatalkan rencana penawaran saham WeWork bernilai US$3 miliar. Selain masalah itu, WeWork juga dihantui ancaman dari beberapa penyewa yang menolak membayar sewa selama pandemi covid-19 berlangsung.

Namun, Claure mengatakan bahwa berbagai perusahaan raksasa seperti Mastercard, ByteDance, Microsoft dan Citigroup telah menandatangani perjanjian sewa dengan WeWork.

[Gambas:Video CNN]



(wel/agt)