Erick Beri Hadiah Petugas KAI Jujur Asuransi Ratusan Juta

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 14:20 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat dengan Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR terkait kasus Asuransi Jiwasraya. Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020. Menteri BUMN menghadiahkan dua orang petugas KRL penemu uang Rp500 juta asuransi senilai ratusan juta rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir menghadiahkan dua orang pekerja KRL masing-masing asuransi jiwa senilai total ratusan juta rupiah. Hadiah itu diberikan atas kejujurannya mengembalikan uang tunai sebesar Rp500 juta yang ditemukan di gerbong kereta yang berhenti di Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Erick menyebut hadiah tersebut adalah caranya mengapresiasi kejujuran Egi Saputra (24) dan Mujenih (34), karyawan alih daya PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI).

"Yang mereka lakukan adalah tindakan istimewa, menjadi inspirasi. Apa yang dilakukan berdua ini adalah bukan hanya simbolik tapi harus dilakukan sebagai bangsa besar," ucap Erick lewat video conference pada Senin (13/7).


Kedua, premi Asuransi Davestera (Dana Investasi Sejahtera) BRI senilai Rp50 juta dengan nilai pertanggungan sebesar Rp500 juta.

Erick mengerahkan berbagai bank pelat merah untuk patungan memberikan bantuan untuk Egi dan Mujenih. Pertama, manfaat rawat inap dengan proteksi jiwa senilai Rp50 juta dari premi dan polis BNI Life Insurance.

Ketiga, Bank Mandiri melalui anak perusahaan AXA Mandiri Financial Services memberikan bantuan berupa perlindungan asuransi jiwa dengan uang pertanggungan sebesar Rp500 juta.

Selain itu, Egi dan Mujenih juga mendapat ponsel beserta kuota internet senilai Rp200 ribu per bulan selama setahun. Terakhir, keduanya diangkat menjadi pegawai tetap KCI.

[Gambas:Video CNN]

Di akhir pidatonya, Erick menyatakan secara pribadinya ia juga akan memberikan hadiah secara langsung. Namun, ia tak menyebut apa hadiah tersebut.

"Saya harapkan bantuan bisa digunakan sebagai dasar menjaga kehidupan yang lebih baik lagi. Bukan mau gimana-gimana, saya juga nanti bantu secara langsung kalau Bapak/Ibu bantu ya Menterinya harus ikut," pungkasnya.

(wel/sfr)