Saham BCA Turun Usai Lima Direktur Jual Kepemilikan

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 14:37 WIB
Ilustrasi Bank BCA. Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono Saham BCA turun ke level 30.700 pada perdagangan Senin (13/7) setelah lima petinggi BCA mengumumkan penjualan saham. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Saham PT Bank Central Asia (Persero) Tbk atau BCA turun pada perdagangan Senin (13/7) ke posisi terburuknya yaitu 30.700 atau turun 1,4 persen dari harga bukanya di 31.200.

Melansir RTI Infokom, tercatat saham perbankan kelas kakap itu bergerak hijau di awal perdagangan ke level tertingginya 31.200 sebelum merosot akibat lima direkturnya kompak melepas saham pribadinya.

Sepanjang hari, emiten berkode BBCA ini mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp17,31 miliar dengan transaksi sebesar Rp358,41 miliar dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 11,6 juta saham.


Transaksi tersebut diketahui dari surat laporan perubahan kepemilikan saham dari kelima direktur BCA kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Surat itu diunggah melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Diketahui, lima direktur BCA menjual saham pribadinya pada periode 7 hingga 10 Juli lalu.

Kelima direktur BCA yang menjual sahamnya meliputi Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur BCA Rudy Susanto, Direktur BCA Lianawaty Suwono, Direktur BCA Henry Koenaifi, dan Direktur Independen BCA Erwan Yuris Ang. Kelimanya, melepas saham dengan jumlah dan harga berbeda.

Jahja tercatat secara total melepas 100 ribu saham. Detailnya, sebanyak 50 ribu saham dijual pada harga Rp31.050 per saham di 9 Juli 2020.

Dengan penjualan itu, kepemilikan saham Jahja sebelumnya 8.105.463 saham menjadi 8.005.463 saham usai transaksi.

Kemudian, Jahja kembali menjual 25 ribu saham seharga Rp31.125 per saham dan sebanyak 25 ribu saham dengan harga Rp31.100 per saham. Kedua transaksi tersebut dilakukan pada 10 Juli 2020.

Untuk Rudy Susanto, secara akumulasi ia melepas 199.500 saham pada 9 Juli 2020. Rinciannya, sebanyak 54.500 saham dijual seharga Rp31.025.

Sedangkan, mayoritas saham yang dijual atau 145.500 saham dilego dengan harga Rp31.000 per saham.

[Gambas:Video CNN]

CATATAN REDAKSI: Judul berita ini diubah pada pukul 22.19 WIB, Senin (13/7), karena koreksi dari narasumber.



(wel/sfr)