Kartu Prakerja Gelombang IV Siap Dibuka Minggu Depan

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 18:33 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Pemprov Jawa Timur membuka 56 posko yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 dalam mendaftar program Kartu Prakerja. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj. Pendaftaran gelombang IV kartu prakerja ditargetkan pada minggu ketiga atau keempat bulan ini usai hasil verifikasi pelaksanaan batch I hingga III oleh BPKP. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Moch Asim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menargetkan membuka pendaftaran gelombang IV program kartu prakerja pada minggu ketiga atau keempat Juli mendatang.

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahudin mengatakan pendaftaran gelombang IV dibuka usai Manajemen Pelaksana (PMO) kartu prakerja mendapatkan hasil verifikasi pelaksanaan gelombang (batch) I hingga III yang sedang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Setelah mendapatkan hasil verifikasi, maka pemerintah akan membayar lembaga pelatihan.


"Kami dalam minggu ketiga atau atau minggu keempat akan siap melakukan pembukaan batch IV kembali setelah mendapatkan hasil verifikasi terkait pelaksanaan batch I hingga III untuk pembayaran kepada lembaga pelatihan oleh BPKP," ujarnya dalam paparan virtual, Senin (13/7).

Saat ini, pemerintah telah menyelesaikan pelaksana prakerja gelombang I hingga III. Namun, pemerintah memutuskan pembukaan gelombang IV beberapa kali.

Sejumlah alasan disampaikan oleh PMO, salah satunya karena PMO ingin mengevaluasi proses pendaftaran, seleksi, hingga penetapan peserta prakerja dengan mempertimbangkan masukan dari lembaga pengawas pemerintah dan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono mengatakan pemerintah akan memprioritaskan peserta prakerja berdasarkan data (whitelist) yang dihimpun Kementerian Ketenagakerjaan.

"Whitelist ini isinya orang-orang yang ter-PHK, dirumahkan, dan juga pelaku UMKM yang usahanya terdampak covid-19," ucapnya.

Ia menuturkan Kementerian Ketenagakerjaan telah mengantongi data usulan peserta prakerja sebanyak kurang lebih 3 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,7 juta data sudah memiliki keterangan lengkap nama dan alamat tempat tinggal.

Data tersebut, lanjutnya, dihimpun dari Dinas Ketenagakerjaan masing-masing provinsi serta BPJS Ketenagakerjaan.

"Ini nantinya akan menjadi prioritas dalam program pekerja. Kami akan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan provinsi dan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong yang bersangkutan terdampak covid-19  ini menjadi peserta," katanya.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Panji Winanteya Ruki mengatakan pendaftaran gelombang IV menunggu hasil revisi Peraturan Presiden (Perpres) 36 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja melalui Program Kartu Prakerja.

"Belum (akan dibuka). Menunggu revisi Perpres dan Permenko oleh Komite," tandasnya.

Namun, diketahui, Jokowi sendiri telah meneken revisi aturan tersebut pada 7 Juli lalu.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)