RI Akan Pasok Pelet Kayu dan Cangkang Sawit ke Jepang

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 12:50 WIB
Close up on wood pellets in a hand Indonesia siap memasok cangkang sawit dan pelet kayu dalam rangka pemenuhan energi biomassa Jepang. Ilustrasi. (iStockphoto/lukbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan kesiapan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pelet kayu (wood pellets) dan cangkang sawit (palm kernel shells) Jepang untuk energi terbarukan berbasis biomassa.

"Untuk dapat memenuhi kebutuhan energi biomassa di Jepang yang potensinya sampai 90 biomassa, cangkang sawit dan pelet kayu dari Indonesia tersebut, tentunya harus memenuhi standar dan spesifikasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Jepang," ujar Plt Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Srie Agustina seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/7).

Hal itu diungkap Srie saat menghadiri web seminar bertajuk "Indonesia-Japan Market Access Workshop Renewable Energy". Dalam acara itu, sejumlah pelaku usaha asal Negeri Sakura memaparkan standar cangkang sawit dan pelet kayu yang dibutuhkan Jepang.


"Dengan demikian, peluang pasar produk biomassa yang bahan bakunya dibutuhkan dari Indonesia bisa diproduksi sesuai kebutuhan negara Jepang," ujar Srie.

Srie memaparkan Jepang menargetkan untuk memproduksi listrik sebesar 1.065 Terawatt hour (TWh) yang dituangkan dalam bauran energi 2030, di mana 3,7-4,6 persen di antaranya akan ditargetkan berasal dari biomassa. Hal itu merupakan peluang bagi Indonesia.

Dalam rangka mendorong peningkatan penggunaan sumber energi terbarukan, Pemerintah Jepang telah menerapkan kebijakan Feed in Tariff System (FIT) yang telah dimulai pada Juli 2012.

Kebijakan ini menggunakan struktur insentif untuk menciptakan siklus investasi, inovasi, dan pengurangan biaya produksi sehingga impor cangkang sawit Jepang dari dunia turut meningkat tajam sejak 2012.

[Gambas:Video CNN]

"Selama periode 2015-2019 nilai ekspor cangkang sawit RI ke Jepang mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu rata-rata sebesar 49 persen per tahun," ujar Srie.

Sementara, pada 2019, Jepang telah mengimpor 2,5 juta metrik ton cangkang sawit dari dunia dengan 85 persen di antaranya bersumber dari Indonesia.

"Suatu Informasi yang sangat membahagiakan dan ini harus terus kita pelihara untuk bisa pasar tersebut tidak diganti negara lain," jelasnya.

(sfr/agt)