RI Miliki Fasilitas Pengolahan Sampah Modern Pertama

CNN Indonesia | Selasa, 21/07/2020 14:45 WIB
Fasilitas pengolahan sampah modern pertama di Indonesia dibangun di Cilacap, Jawa Tengah. Pemerintah meresmikan fasilitas pengolahan sampah modern pertama di RI di Cilacap, Jawwa Tengah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Thohirin).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah meresmikan fasilitas pengolahan sampah dengan metode pengeringan biologis atau Refuse-derived Fuel (RDF) di Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Fasilitas bernilai investasi Rp90 miliar tersebut merupakan pengolahan sampah modern pertama di Indonesia. Dalam mengembangkan fasilitas tersebut, pemerintah menggandeng PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengatakan fasilitas tersebut berhasil direalisasikan setelah Jokowi kritik para menterinya.


"Sudah 12 tahun bicara soal waste energy, presiden sudah mengkritik kami, para pembantunya. Kok belum ada yang jadi, sekarang jadi barang ini," ucapnya Selasa (21/7).

Pembangunan RDF merupakan kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dibantu oleh Kedutaan Besar Denmark yang menghibahkan peralatan dan teknologi.

Fasilitas pengolahan ini kemudian dioperasikan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama dengan SBI. Seharinya RDF dapat mengolah 120 ton sampah.

Kemudian, uraian sampah tersebut dapat dijadikan kiln semen sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Lebih lanjut, Luhut menyebut akan ada 34 titik yang akan dibangun fasilitas serupa. Diharapkan, ke depannya teknologi dapat dibuat dari dalam negeri sesuai dengan prioritas pemerintah mengutamakan produksi lokal.

[Gambas:Video CNN]

Ia menyebut PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk menyanggupi untuk menggarap proyek selanjutnya. Proyeksinya, ke depan investasi pembangunan RDF akan lebih murah yaitu senilai Rp70-80 miliar per unit.

Bahkan, jika dikerjakan lebih masif lagi, biaya yang dibutuhkan dapat ditekan.

"RDP kami lihat konkret padahal banyak daerah yang sampah 200 ton ke bawah (sehari) dan dekat pabrik semen bisa dimanfaatkan, ada kira-kira 34 titik yg bisa jalankan," lanjutnya.

Luhut menilai langkah pemerintah menuju pengolahan sampah canggih akan bermanfaat dalam jangka panjang. Selain efisien, sampah yang hingga saat ini masih bermuara ke laut juga akan berkurang.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga menyebut proyek selanjutnya akan dibangun di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kedua lokasi tersebut saat ini memasuki tahap pelelangan.

"Ini menjadi titik balik pengelolaan sampah untuk kelas menengah sehingga bisa menjadi alternatif solusi," pungkasnya.

(wel/agt)