Bahlil Klaim Resesi Tak Usik Investasi dari Singapura

CNN Indonesia | Rabu, 22/07/2020 18:32 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menilai Singapura selama ini hanya menjadi hub investasi dari sejumlah negara untuk berinvestasi di Indonesia. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menilai Singapura selama ini hanya menjadi hub investasi dari sejumlah negara. (Setkab.go.id/Oji).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan resesi yang dialami Singapura tak akan mempengaruhi realisasi investasi yang berasal dari Negeri Singa tersebut.

Pasalnya, Singapura selama ini hanya menjadi hub investasi dari sejumlah negara yang hendak berinvestasi di Indonesia.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang tercatat dari Singapura tidak benar-benar berasal dari negara tersebut. Artinya, ada sejumlah nominal investasi yang sebenarnya dari negara lain tetapi masuk lewat Singapura.


"Wah, kenapa nih realisasi investasi tinggi padahal (ekonomi) Singapura minus? Ini karena investasi tidak hanya dari Singapura. Singapura ini hub saja," ucap Bahlil dalam video conference, Rabu (22/7).

Ia bilang postur ekonomi Indonesia dan Singapura berbeda. Ekonomi Singapura bergantung dengan kegiatan ekspor, impor, dan pariwisata.

"Indonesia berbeda, dikaitkan dengan investasi," imbuh Bahlil.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi Singapura tercatat minus 0,7 persen pada kuartal I 2020. Lalu, Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Negeri Singa anjlok 41,2 persen pada kuartal II 2020.

Sementara, realisasi investasi dari Singapura masih menjadi yang terbesar dari total investasi sepanjang semester I 2020. Tercatat, investasi dari Negeri Singa itu sebesar US$4,67 miliar yang terdiri dari 6.508 proyek.

Setelah Singapura, ada China dengan investasi sebesar US$2,42 miliar untuk 1.311 proyek, Hong Kong US$1,79 miliar untuk 1.204 proyek, Jepang US$1,21 miliar untuk 3.961 proyek, dan Malaysia US$795 juta untuk 1.562 proyek.

Total investasi dari investor asing pada semester I 2020 turun 8,1 persen menjadi Rp195,6 triliun. Hal ini berbeda dengan investasi dari lokal yang masih meningkat 13,2 persen menjadi Rp207 triliun.

Secara total, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sebesar Rp402,6 triliun pada semester I 2020. Realisasi yang terjadi di tengah penyebaran virus corona itu baru sebesar 49,3 persen dari target investasi tahun ini yang sebesar Rp817,2 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK