LinkedIn PHK 960 Karyawan Karena Corona

CNN Indonesia | Kamis, 23/07/2020 08:24 WIB
LinkedIn mem-PHK 960 karyawannya di tengah pandemi corona. Keputusan itu diambil seiring dengan tergerusnya pasar kerja di dunia. LinkedIn mem-PHK 960 karyawannya di tengah pandemi corona. Keputusan itu diambil seiring dengan tergerusnya pasar kerja di dunia. Ilustrasi. (istockphoto./hocus-focus).
Jakarta, CNN Indonesia --

LinkedIn mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 960 karyawan atau 6 persen dari total tenaga kerjanya secara global. Keputusan tersebut tak terelakkan setelah pandemi corona menggerus bursa kerja dunia.

CEO LinkedIn Ryan Roslansky dalam catatan kepada stafnya mengatakan bahwa situs web jejaring profesional pimpinannya tak kebal dari pandemi corona dan ikut merasakan efeknya.

"Perusahaan terus tertekan seiring dengan anjloknya permintaan pekerja. Permintaan tak lagi sama seperti sebelumnya," ujarnya, dikutip dari CNN, Kamis (23/7).


Ryan menambahkan langkah PHK yang diambil saat ini merupakan PHK satu-satunya. Pemangkasan, lanjutnya, akan mempengaruhi penjualan global dan unit akuisisi bakat.

Selama pandemi corona, setidaknya 3,7 juta orang di AS terkena PHK. Mayoritas perusahaan berbasis teknologi berhasil terhindar dari dampak pandemi karena budaya kerja dari rumah menambah permintaan terhadap produk teknologi.

Namun, bisnis model LinkedIn tak demikian. LinkedIn membantu orang-orang mencari pekerjaan, menghubungkan mereka dengan profesional lainnya dan membangun CV mereka.

Semua fitur yang ditawarkan LinkedIn tak dilirik akibat pemangkasan pekerja dan penghentian rekrutmen sementara waktu.

Roslansky yang ditunjuk sebagai CEO pada Juni lalu bilang bahwa pihaknya masih akan membayar uang pesangon kepada korban PHK selama 10 minggu.

Karyawan berkebangsaan AS juga akan menerima asuransi kesehatan hingga tahun depan. Dia juga menyebut LinkedIn mengusahakan untuk menempatkan beberapa karyawan di posisi baru.

"Sangat menyakitkan untuk kami sebagai sebuah organisasi untuk melakukan PHK, namun sebuah perusahaan dengan visi yang berani seperti kami harus mengambil keputusan sulit," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)