Kegagalan AS Redam Corona Bikin Rupiah Terangkat ke Rp14.505

Tim, CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 09:28 WIB
Pagi ini, dolar AS diprediksi melemah terhadap mata uang emerging market dan mata uang utama dunia dipicu kekhawatiran pasar pada pemulihan ekonomi Amerika. Pagi ini, dolar AS diprediksi melemah terhadap mata uang emerging market dan mata uang utama dunia dipicu kekhawatiran pasar pada pemulihan ekonomi Amerika. Ilustrasi nilai tukar rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.505 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (27/7) pagi, menguat 0,72 persen dibandingkan perdagangan Jumat (24/7) sore di level Rp14.610 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,44 persen, dolar Singapura menguat 0,14 persen, dolar Taiwan menguat 0,29 persen, won Korea Selatan menguat 0,40 persen, dan peso Filipina menguat 0,22 persen.

Selanjutnya, yuan China jug menguat 0,25 persen diikuti ringgit Malaysia yang menguat 0,15 persen dan baht Thailand dengan penguatan 0,20 persen. Hanya rupee India yang masih terpantau melemah sebesar 0,21 persen


Sementara itu, mayoritas mata uang di negara maju masih bergerak variatif. Poundsterling Inggris melemah 0,29 persen dan dolar Australia melemah 0,28 persen. Sebaliknya, dolar Kanada menguat 0,17 persen dan franc Swiss menguat 0,16 persen.

[Gambas:Video CNN]

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memprediksi hari ini rupiah berpotensi menguat dengan kisaran Rp14.500-14.700 per dolar.

Ia mengatakan, dolar AS akan melemah terhadap mata uang emerging market dan mata uang utama dunia pagi ini.

"Pelemahan dikarenakan kekhawatiran pasar dengan pemulihan ekonomi negeri Paman Sam yang bisa terhambat karena terus meningginya kasus penularan virus Covid-19 di AS," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain konflik antara AS dan China yang memburuk dan bisa merembet ke urusan dagang kedua negara juga menyebabkan tertekannya dolar sepanjang perdagangan hari ini.

"Potensi dikeluarkannya kebijakan stimulus baru pemerintah AS senilai US$1 triliun juga membantu pelemahan dolar AS hari ini," pungkasnya.

(hrf/vws)