Pelaksana Kartu Prakerja Jamin Insentif Peserta Tak Dikorupsi

CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 14:59 WIB
Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja meminta peserta yang insentifnya belum cair untuk bersabar karena pencairan menemui sejumlah kendala. Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja meminta peserta yang insentifnya belum cair untuk bersabar karena pencairan menemui sejumlah kendala. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (PMO)  memastikan insentif peserta yang belum cair tak dikorupsi oleh pihak pelaksana.

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengungkapkan insentif terhambat karena ada kendala di sistem pencairan.

"Soal insentif kami hanya bisa bilang bersabar, karena isunya adalah bagaimana menautkan atau mengupgrade e-wallet untuk melakukan eKYC (verifikasi identitas secara daring). Jangan khawatir kami enggak korupsi," katanya lewat video conference, Senin (27/7).


Meski insentif belum diterima, Denni meminta peserta kartu prakerja untuk tak khawatir. Pasalnya, insentif sebesar Rp600 ribu per bulan seperti yang dijanjikan dipastikannya tak akan hilang atau berkurang.

Untuk para peserta yang mengalami kendala lewat pencairan e-wallet, ia menyarankan untuk membuka rekening ke bank operasional program. Dalam hal ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Sebab, untuk pencairan lewat e-wallet, peserta perlu melakukan upgrade akun e-wallet yang didaftarkan.

Dalam proses verifikasi identitas daring, peserta harus dapat membuktikan nomor induk kependudukan (NIK) yang dimiliki sesuai dengan NIK yang didaftarkan. Selain itu, nomor ponsel yang didaftarkan pun harus sama dengan nomor yang didaftarkan.

Sementara, untuk pencairan langsung ke cabang BNI terdekat, peserta hanya perlu menyerahkan e-KTP. Sebab dilakukan secara fisik, proses KYC dianggap sah dengan kehadiran peserta terkait.

"Tapi kalau langsung ke BNI ga perlu eKYC tapi langsung KYC. Ini juga bagian dari literasi keuangan, inklusi keuangan memastikan ke depan antara bank dan fintech bersama melayani masyarakat," lanjutnya.

Di kesempatan sama, Denni bilang bahwa pendaftaran gelombang keempat dengan kuota 500 ribu peserta akan segera dibuka. Namun ia tak menyebut tanggal pasti kapan akan dibuka pendaftaran gelombang IV.

Ia menyebutkan bahwa kenaikan kuota peserta di gelombang selanjutnya untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pendaftar mengingat program sempat ditunda beberapa waktu lalu demi memperbaiki tata kelola.

"Kami akan melakukan ini konsisten dalam empat gelombang ke depan jadi katakan lah 'mengkompensasi' delay (penundaan) yang terjadi karena mau memperbaiki tata kelola," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)