Cara Korban PHK Dapat Kredit Murah di Era Corona

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 06:52 WIB
Masyarakat yang terkena PHK bisa mengajukan kredit murah di era corona, dengan syarat telah memiliki usaha berjalan dan tak memiliki beban utang. Masyarakat yang terkena PHK bisa mengajukan kredit murah di era corona, dengan syarat telah memiliki usaha berjalan dan tak memiliki beban utang. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Mencari pinjaman atau kredit untuk memulai usaha bagi karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah pandemi covid-19 nampaknya bukan hal yang mudah. Berbagai hal perlu dipersiapkan, mengingat bank masih sangat selektif dalam menjaring calon debitur.

PT Bank CIMB Niaga, misalnya, saat ini masih memprioritaskan penyaluran personal loan untuk karyawan perusahaan terutama kepada mereka yang merupakan nasab payroll. 

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan saat ini perusahaan belum memiliki program khusus personal loan untuk karyawan yang terkena PHK dan ingin beralih menjadi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).


"Kredit modal kerja UMKM sampai saat ini tetap kami berikan, tidak berhenti. Namun tetap melihat kemampuan membayar agar tidak lebih menyulitkan di kemudian hari, mencegah terlilit utang," ujarnya kepada CNNIndonesia.com Senin (27/7).

Menurut dia, pemberian kredit modal kerja bisa dilakukan asalkan calon debitur lolos dalam tahap analisa kredit. Misalnya, apabila usaha yang dijalankan telah memiliki omzet stabil dan tak memiliki beban hutang.

Oleh karena itu, jika korban PHK mengajukan kredit untuk usaha baru, kemungkinan untuk lolos dari proses seleksi debitur sangat kecil.

"Saat ini, belum bisa secara umum, sebab proses pemberian kredit harus dilakukan dengan prudent, yaitu memastikan nasabah mampu membayar cicilan bukan malah terlilit utang. Kecuali apabila pengajuan kredit tersebut dapat dibuktikan lewat analisa kredit," imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa jaminan kredit berupa surat tanah, rumah atau kendaraan belum tentu bisa diterima oleh bank di tengah kondisi covid-19 saat ini. "Sejauh (harus) ada bukti penghasilan yang pasti. Sebab kami tidak ingin mengambil jaminan," tegasnya.

Meski demikian, korban PHK sebenarnya masih dapat memperoleh pembiayaan dengan bung rendah lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan perbankan. Salah satunya lewat PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Sekretaris Perusahaan BNI Melly Meiliana menuturkan pengajuan KUR oleh BNI di bawah Rp50 juta dapat dilakukan tanpa jaminan. Menurutnya, kebijakan untuk membantu usaha atau masyarakat yang terkena dampak pandemi merupakan tindakan yang positif karena dapat menjadi jaring pengaman ekonomi.

Meski demikian, bank tetap memastikan kemampuan bayar debitur dengan melihat seperti apa prospek usaha yang akan dijalankan. Karena itu bagi korban PHK yang ingin mengajukan kredit disarankan telah memulai usahanya terlebih dahulu.

"BNI akan terus memantau dan menjalankan detail kebijakan tersebut dan mendukung upaya pemerintah untuk menahan dampak negatif wabah terhadap perekonomian dengan tata kelola yang baik dan memperhatikan fungsi intermediasi perbankan agar tetap optimal," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)